,
12 Oktober 2019 | dibaca: 839 Kali
Audiensi Ke DPR, Terungkap Dugaan Permintaan Uang  di Pilkades Desa Blimbing  
noeh21
Sejumlah pihak datang ke DPR membahas pesoalan Pilkades Desa Blimbing Kec. Sluke Jumat 10/10/2019.

Rembang, Skandal

​​​​​Persoalan bakal calon Kepala Desa Blimbing Kecamatan Sluke belum tuntas. Siti Komsah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, membawa persoalan ini ke DPRD Rembang. 

Dalam audiensi Hari Jumat (11/10/2019) kemarin, Darmawan Budiharto selaku kuasa hukum Siti Komsah, ketika audiensi di ruang paripurna gedung DPRD membeberkan dugaan adanya permintaan uang, terkait Siti Komsah diloloskan memenuhi syarat atau tidak. Bahkan, ia mengklaim mengantongi bukti percakapan antara Sekretaris Desa Blimbing, Syukur, dengan suami Siti Komsah, Suyanto. 



Camat Sluke Haryadi  hadir di audiensi dengan DPR Rembang.


Menurutnya, dalam isi percakapan itu, Syukur mengatasnamakan camat, menyebutkan permintaan uang yang jumlahnya fantastis. Namun kliennya tidak memenuhi permintaan tersebut. 

“Kalau klien kami menuruti, enggak mungkin saya duduk di sini. Jumlah uang yang diminta fantastis. Perhitungannya, dulu untuk jadi perangkat desa saja sekian, lha ini kan kepala desa yang posisinya lebih tinggi ketimbang perangkat desa, “kata Darmawan menuding ada yang tidak beres dalam Pilkades Desa Blimbing. 
Apalagi panitia pemilihan Kepala Desa Blimbing tidak pernah mengeluarkan keputusan penetapan calon. Namun ditangani oleh panitia pengawas tingkat kecamatan. 

“Sampai akhirnya Siti Komsah dinyatakan tidak memenuhi syarat dengan dasar berita acara penelitian berkas dari panitia pengawas kecamatan, “ imbuhnya.

Ketua panitia Pilkades Desa Blimbing, Ahmad Toha yang juga hadir dalam audiensi itu mengatakan, awal mulanya ia menduduki posisi sebagai wakil ketua. Namun belakangan ditunjuk menjadi ketua panitia, sehingga belum begitu memahami Peraturan Bupati tentang Pilkades.

Pihaknya kemudian memohon panitia pengawas kecamatan untuk membantu meneliti berkas persyaratan bakal calon Kades, sampai akhirnya pada tanggal 04 Oktober ia menerima amplop tertutup, berisi penetapan calon dari panitia pengawas kecamatan. 

“Nuwun sewu di Blimbing niku wargane sedikit. Kalau rapat, orang-orangnya ya itu-itu saja. Dengan keragu-raguan, saya akhirnya  memohon panitia pengawas kecamatan untuk meneliti ulang berkas. Pada waktu tanggal 04 itu, saya terima amplop masih tertutup. Saya tidak tahu isinya bagaimana, saya tinggal baca,” tutur Toha.

Camat Sluke, Haryadi seusai audiensi menyebut tidak tahu menahu soal permintaan uang kepada bakal calon kepala desa, Siti Komsah.
“Dia (Dermawan –Red) tadi gak sebut nama saya kan, apa berani. Makanya, sudahlah,” ujar Hariyadi singkat.

Audiensi kali ini tidak menghasilkan keputusan apapun. Ridwan, Wakil Ketua DPRD selaku pimpinan Rapat menegaskan sudah menampung informasi dari berbagai pihak, untuk bahan tindak lanjut.(Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya