,
14 Januari 2022 | dibaca: 75 Kali
Tak Puas Putusan Hakim, AJI Desak Jaksa Banding
noeh21
Pengadilan Negeri Surabaya (foto inews surabaya)
Penulis : Redaksi Tabloidskandal.com
Editor   : H. Sinano Esha

Surabaya –Tabloidskandal.com ll  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan hukuman masing-masing 10 bulan terhadap terdakwa dua oknum polisi aktif, Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad, yang terbukti menganiaya jurnalis Tempo Nurhadi. Sementara jaksa menuntut setahun enam bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim PN Surabaya Hakim Muhammad Basir, dalam putusannya menyatakan, bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar tindak pidana pers sebagaimana Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. Karenanya, masing-masing dihukum 10 bulan penjara dan membayar biaya restitusi kepada korban dan saksi.

Merasa putusan hakim di bawah 2/3 dari tuntutan jaksa, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sasmito Madrim, mendesak jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

“Kami (AJI) menghormati putusan pengadilan, tapi lantaran jauh dari tuntutan jaksa yang satu tahun enam bulan, yakni di bawah 2/3-nya, berharap jaksa melakukan banding,” ujarnya kepada wartawan seusai sidang di PN Surabaya, Kamis (13/1/2022).

Pada bagian lain Sasmito mengatakan, bahwa AJI menyesalkan putusan hakim yang  tidak memerintahkan penahanan terhadap kedua terdakwa. AJI menilai hal tersebut akan mengancam keselamatan Nurhadi.

Seperti diketahui, lanjut dia, Nurhadi selama ini mengalami trauma, ketika pengadilan menyatakan terdakwa bersalah, tapi tidak meperintahkan jaksa untuk penahanan kedua anggota polisi tersebuta.

"Diharapkan eksekusi bisa dijalankan secara langsung, karena yang menjadi taruhanya adalah jurnalis Nurhadi," tujarnya.

Masih menurut  Sasmito, hasil pantauan AJI Surabaya dan kuasa hukum Nurhadi dari LBH Lentera, masih ada belasan terduga pelaku penganiaya Nurhadi lainya. AJImendesak agar Polda Jatim melakukan penyelidikan lanjutan.

Pengacara Salawati Taher, kuasa hukum Nurhadi, juga menyayangkan terdakwa tak ditahan meski sudah divonis bersalah. Hal ini, akan membuat keselamatan Nurhadi terancam, sebab sebagaimana diketahui, terdakwa Firman dan Purwanto masih bebas berdinas bertugas sebagai polisi aktif.

"Tidak adanya perintah untuk ditahan, agak mencemaskan bagi Nurhadi. Sampai sekarang Nurhadi masih dalam perlindungan LPSKDari mulai april 2021 sampai januari 2022, ya sekitar 10 bulan," kata Salawati.


Nurhadi hingga saat ini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sejak sepuluh bulan lalu.


 
Berita Terkait
Berita Lainnya