,
14 Juli 2018 | dibaca: 535 Kali
Program Prona jadi Proyek Keuntungan Pemangku Jabatan Desa
noeh21
Pati,Skandal

Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) atau populer dengan sebutan  Proyek Nasional Agraria (PRONA) 
diduga keras jadi ajang proyek  keuntungan para oknum pemangku jabatan di desa-desa.

Sekadar contoh  terjadi di salah satu Desa Penerima Progam Prona yang ada di Desa Mojo, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.

Berdasarkan pengakuan salah satu warga yang kebetulan dijadikan Ketua program PTSL saat di konfirmasi di depan Swalayan Rama, mengaku swadaya yang dibebankan sebesar Rp 700.000. Biaya tersebut untuk pembelian patok, materai, pengukuran dan lain lain. 

"Tapi dalam mengelola anggaran sama sekali kurang paham, karena yang mengelola keuangan setiap Kepala Dusun (Kadus) dan Carek, karena ketua hanya formalitas atau Jonggol saja," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojo ketika  dikonfirmasi di rumahnya sedang keluar kota. Cuma anehnya, sekertaris Desa saat mau di mintai keterangan menghindar dari awak media.

Alasannya,  saat datang ke kediaman salah satu orang saat ditanya Carek, ternyata ada di rumah.

"Malah keluarganya bilang  ndak ada dengan sikap bingung dan grogi didatangi tamu dari media.

Sementara itu, Kepala Desa penerima progam PTSL diminta berhati-hati dalam menjalankan Progam Nasional tersebut,  harus terbuka kepada warga masyrakat mengenai rincian dana angaran swadaya yang telah dikelola. 

"Hal itu dilakukan agar tidak membuka peluang terjadinya kesempatan praktek pungutan liar. Trasparansi anggaran bagi warga masyarakat sangat diperlukan, mengingat progam pensertifikatan tanah secara masal melalui progam PTSL sangat membantu masyarakat kecil yang kurang mampu," tuturnya. (hadi)
Berita Terkait
Berita Lainnya