Tutup Menu

Mantan Teroris Bom Klaten Sambangi Mapolsek Pasar Kliwon

Jumat, 28 Januari 2022 | Dilihat: 113 Kali
Atok (baju putih) Menyambangi Polsek Pasar Kliwon (foto istimewa)
    
Pelapor : Ajipati Gunawan
Editor    : Fauzi Rahim

SOLO –Tabloidskandal.com ll Jajaran Polsek Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah (Jateng), dikejutkan oleh kedatangan Roki Aprid Dianto alias Atok Prabowo, mantan terpidana teroris yang bertanggung jawab atas teror bom di Klaten dan Mapolsek Pasar Kliwon, Rabu (26/1/2022).

Kali ini Atok datang bukan untuk melakukan teror bom, tapi ingin menyampaikan permintaan maaf kepada anggota dan pimpinan Polsek Pasar Kliwon dan masyarakat Solo atas perbuatannya.

Seperti diketahui, Atok dihukum enam tahun atas teror bom di Klaten, Jateng, dan berhasil melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya dengan menyamar sebagai perempuan bercadar.

Dalam pelarian itu, dia berencana melakukan teror bom sebanyak dua kali terhadap Mapolsek Pasar Kliwon pada tahun 2012, tapi semua gagal lantaran bom yang menggunakan  alat waktu meledak itu diketahui. Hingga akhirnya dia berhasil ditangkap Densus 88 di rumah istri keduanya.

Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Prevoost menyambut kedatangan Atok dan para pihak yang mendampinginya. Dan menerima permintaan maaf mantan terpidana teroris tersebut.

BACA JUGA Lantaran Korupsi, Mantan Bupati Kepulauan Talaud Diganjar Empat Tahun Penjara

“Manusia pasti pernah berbuat salah. Namun sebaik-baiknya orang adalah yang menyesali dan meminta maaf atas kesalahan yang diperbuatnya. Jadi wajib hukumnya kita sesama manusia memberi maaf,” ujar Kapolsek.

Atok dibantu oleh berbagai pihak menyambangi Polsek Pasar Kliwon guna memenuhi apa yang sudah dia janjikan, yaitu meminta maaf kepada seluruh personel Polri terutama Polres Surakarta khususnya Polsek Polsek Pasar Kliwon.

"Setiap lewat di Polsek Pasar Kliwon ada perasaan sedih dan bersalah, hari ini saya memohon kepada Polsek Pasar Kliwon, Kepolisian dan seluruh warga Kota Solo untuk dibukakan pintu maaf yang besar-besarnya atas apa yang pernah saya lakukan," kaya Atok penuh haru.

Dijelaskan, selama masa hukuman dia menyadari apa yang dilakukan pada saat itu merupakan kesalahan. Pemikiran itu muncul setelah menerima pembinaan yang dilakukan dari berbagai pihak selama dalam tahanan, dan setelah kembali ke masyarakat.

Di antaranya, Densus 88 Antiteror, BNPT, Polres Sukoharjo, Polresta Solo maupun berbagai pihak lainnya meminta agar dirinya menyadari apa yang dilakukan itu adalah kesalahan besar.

“Ini merupakan jalan tobat bagi saya,” ujar Atok penuh penyesalan.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com