Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Kian Menggila
Rabu, 19 Januari 2022 | Dilihat: 730 Kali
Aksi Pembakaran Sekolah Pegunungan Bintang (foto istimewa)
Penulis : Redaksi Tabloidskandal.com
Sumber : Suara.com/Antara
Papua –Tabloidskandal.com ll Kawasan Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, tergolong rawan oleh aksi kelompok criminal bersenjata (KKB). Selain mereka menyerang markas polisi juga membakar sekolah.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, salah satu anggotanya, Bharatu Bachtiar, terluka akibat diserang KKB. Hingga saat ini masih dalam perawatan akibat tertembak di bagian punggungnya.
"Memang benar ada seorang anggota Satgas Nemangkawi yang terluka di bagian punggung bahu sebelah kiri," kata Cahyo dikutip DepokToday.com dari Antara pada Selasa (18/1/2022).
Menurut dia, korban adalah personil Brimob yang sedang menjalani misi di Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi.
Kejadian sendiri pada pukul 06:00 WIT, ketika kondisi cuaca seputaran pos belukar Distrik Kiwirok mengalami kabut. Seketika Bharatu Bachtiar yang tengah berdiri di depan pintu pos diserang KKB dari jarak sekira 109 meter.
Mendengar suara tembakan, sejumlah personil Brimob lainnya melakukan perlawanan dengan tembakan balasan.
Setelah kondisi aman, korban kemudian dievakuasi mengunakan helikopter Bell Polri dari Sentani menuju ke Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang.
Kini personil Satgas Nemangkawi ditarik, diganti dengan personil Satgas Damai Cartenz untuk menghadapi KKB dengan cara yang lebih humanis dan persuasip.
Sekolah Dibakar
Masih di wilayah Pegunungan Bintang, KKB mengaku telah membakar degung sekolah. Alasannya, agar warga di kabupaten tersebut lebih focus pada upaya pembebasan Papua dari Indonesia.
"Alasannya sudah jelas, yaitu sekarang bangsa Papua tinggalkan semua program pemerintah kolonial Republik Indonesia," kata Sebby Sabom, juru bicara KKB, seperti dikutip Suara.com, Selasa (18/1/2022).
Menurut dia, tujuan pembakaran tersebut dilakukan supaya warga asli Papua tidak lagi menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah Indonesia. Mereka ingin kalau orang asli Papua mendukung upaya Bumi Cenderawasih bisa lepas dari Indonesia.
"Fokus hanya berjuang untuk Papua merdeka penuh dari tangan pemerintah kolonial Republik Indonesia," ujarnya.
Berbagai pihak menilai, tindakan KKB itu tentu saja meresahkan warga Pegunungan Bintang, dan menimbulkan antipati terhadap kelompok tersebut. Dan diharapkan TNI/Polri melakukan penindakan tegas sebelum warga setempat menjadi korban sia-sia karena ulah KKB.
“Pasukan elit Indonesia kan terkenal di dunia, kenapa menghadapi KKB saja mesti mengalah. Tindakan itu tidak bisa ditolerir, sikat habis para perusuh warga. Kita kan punya Menhan Prabowo, mantan Komandan Kopasus, kok malah banyak jatuh korban dari TNI dan Polri,” kata salah satu warga Jakarta Pusat, mengomentari situasi rawan konflik di Pegunungan Bintang.