Tutup Menu

Dandim 1503 Tual Pimpin Apel Pasukan Gabungan TNI AD

Kamis, 09 Januari 2020 | Dilihat: 1295 Kali
    


Dobo Skandal,

​​Apel gabungan TNI AD dalam rangka persiapan Pilkada Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2020 dipimpin langsung oleh Dandim 1503/Tual pada 08/01-2020 di Lapangan Yosudarso Dobo, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pp Aru Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku, 8/1.

Apel gabungan tersebut melibatkan;1 SSR Perwira TNI AD.1 SST Koramil 1503-03/Dobo. 1 SST Kodim Satgas Ter, 2 SST Kipan E Yonif 734/SNS. 





Dandim 1503/tual dalam arahannya meminta aparat TNI AD yang bertugas di wilayah Kabupaten kepulauan Aru, selain kegiatan teritorial, juga menghadapi even besar Pilkada Kabupaten Kepulauan Aru yang prosesnya sudah berjalan.
"Maka sebagai satuan TNI AD kita hanya memback up tugas pokok kepolisian di lapangan," tegasnya.

Menurutnya, media sosial sering kali memberikan isu bohong (hoax) dengan memberikan informasi pemahaman yang salah. 

"Lantas kita sebagai insan prajurit TNI AD salah pergunakan media sosial, karena dapat memberikan dampak negatif bagi diri kita sendiri sebagai prajurit," pintanya.
Penekanan lainnya, dalam melaksanakan tugas agar tidak mengkonsumsi minuman keras, karena  akan dihadapkan dengan Pilkada Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2020, sehingga perlu menjaga kesehatan dan masa depan prajurit.  

"Minuman keras tidak baik untuk kesehatan.
Peredaran Narkoba dalam berbagai jenis sudah semakin banyak dan semakin tren di kalangan masyarakat luas sehingga kita sebagai prajurit TNI AD agar tidak ada lagi  sengaja untuk mengkonsumsi barang haram tersebut karena dapat merusak masa depan. Sayangilah orang tua kita karena mereka sangat bangga dengan kita sebagai prajurit TNI AD sehingga mari kita perangi dan lawan peredaran Narkoba di wilayah Kepulauan Aru ini karena dampaknya sangat besar," tuturnya mengingatkan.

Lalu deteksi dini dan cegah dini (Deni Ceni) agar lebih ditingkatkan lagi, karena jangan sampai laporan informasi terlambat kepada pimpinan. "Semua dituntut untuk buat jaring teritorial dan jaring Intel bagi aparat intelijen agar kita dapat dengan cepat mengetahui segala perkembangan yang terjadi di wilayah  sebanyak-banyaknya untuk memudahkan kita melaporkan kepada pimpinan untuk diteruskan ke komando atas," urainya.

Dia mengingatkan, jangan sampai informasi dari wartawan/insan pers langsung masuk ke Panglima/komandan korem sehingga komandan Kodim ditanya tidak mengetahui.

"Itu berarti aparat intelijen/aparat teritorial kurang kerja di lapangan sehingga tidak dilaporkan ke komandan kodim," tambahnya.

"Mari kita menjaga Netralitas dengan Kepolisian, aparat pemerintah daerah maupun masyarakat, jangan sampai kita prajurit TNI AD berkelahi dengan rekan/saudara kita anggota polri sehingga dapat merusak citra kita sebagai prajurit TNI AD," pintanya.

Dandim mengingatkan  tetap jaga sinergitas baik dengan kepolisian, pemerintah daerah maupun dengan masyarakat.
Kekompakan terus dijaga, mulai dari keluarga, rekan kerja dan masyarakat sekitar serta hubungan baik dengan masyarakat pun harus dijaga, baik komunikasi sosial dengan masyarakat, pemda dan lainnya dan menggalang dengan baik.

"Marilah jadikan masyarakat sebagai keluarga kita karena sampai saat ini TNI AD masih dipercaya masyarakat, sehingga harus dijaga hubungan baik agar kepercayaan itu tetap terjalin baik," tambahnya.

Sebagai prajurit TNI AD yang bertugas di daerah Dobo jangan egois, karena sesama rekan  adalah keluarga, termasuk  saat dalam medan operasi. Saat kena tembak atau luka, yang lihat  awal itu rekan kita itu, sehingga harus dijaga selalu loyalitas dan kekompakan tuturnya./Jus

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com