Tutup Menu

Presiden Joko Widodo: NU Harus Jadi Lokomotif Penggerak Ekonomi

Rabu, 22 Desember 2021 | Dilihat: 181 Kali
    
Lampung –Tabloidskandal.com ll Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi kelompok usaha besar yang menjadi lokomotif untuk menggerakkan sendi-sendi ekonomi di dalam masyarakat, serta mampu meningkatkan peran perekonomian umat. Dan kader-kader mudanya diharapkan memberikan hak konsesi, baik itu lahan pertanian ataupun pertambangan energi dan minerba untuk dikelola.

Demikian dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dalam sambuatannya ketika  membuka Muktamar ke-34 NU yang digelar di Pondok Pesantren Darussaadah, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (22/12/2021),

Pada kesempatan itu, Jokowi memberikan apresiasi serta rasa terimakasih atas peran aktif NU dalam penanganan Covid-19. Termasuk upaya vaksinisasi secara massal lewat ajakan para kiai dan pondok pesantren. Mantan Gubernur DKI itu juga memaparkan beberapa isu yang menjadi tantangan NU dalam usianya yang hampir seabad.


Di antaranya adalah soal isu yang kini tengah diperbincangkakan sejagat, yakni pembangunan metaverse. Jokowi memastikan, bahwa dunia virtual itu pasti akan datang, terlebih revolusi digital di dunia yang kini terjadi dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang mempercepat kedatangan dunia virtual.

Tokoh muda NU KH Maman Imanulhaq yang hadir di acara itu menyambut baik sambutan Presiden Jokowi. Bahkan, sebagai kader tulen Nahdlatul Ulama, dia menyatakan kesiapannya untuk memenuhi tantangan Presiden.

Menurut Anggota DPR Komisi VIII tersebut, percepatan teknologi digital harus disambut dan dimanfaatkan sebagai wahana untuk memudahkan warga nahdliyin dalam membantu aktivitas dakwahnya. Malah, pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini tengah menggagas sebuah program yang mencakup pembuatan ekosistem konten digital di pesantren-pesantren. Mulai dari pembinaan, pelatihan produksi, hingga distribusi.


Ekonomi Pesantren

Kiai Maman sependapat dengan Presiden Joko Widodo, bahwa transformasi digital adalah sebuah keniscayaan. Oleh sebabnya, ke depan, pesantren harus terlibat aktif memfasilitasi perkembangan potensi dan kekuatan ekonomi pesantren seperti UMKM, start up, halal centre, digital farming dan lainnya agar bisa berkolaborasi dengan kekuatan ekonomi lain, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.


Meski perkembangan teknologi yang berjalan cepat, serta menghapus tapal-tapal batas antar negara, Kiai Maman memastikan bahwa jati diri, tradisi, dan adat ketimuran bangsa Indonesia tidak akan terganggu karena bangsa Indonesia memiliki Nahldatul Ulama.

"Kaifa nataqaddam duuna an natalhola an turast, bagaimana kita maju di tengah-tengah dunia global mewarnai peradaban dunia tanpa kehilangan nilai tradisi islam ahlul sunnah," imbuh Kiai Maman, Rabu (22/12).

Untuk diketahui, sebelum pembukaan Muktamar NU, Kiai Maman terlihat berdiskusi dengan beberapa tokoh NU seperti Prof. Nadirsyah Hosen (Ketua PCNU Australia). Kiai Maman juga menyempatkan diskusi dengan Duta Besar Tunisia Zuhairi Misrawi, KH Moqsit Ghazali yang membidangi Bahtsul Masyail Diniyah, dan juga beberapa generasi muda NU yang mempelopori dakwah-dakwah lewat media sosial.

"Sekali lagi saya menyatakan kesiapan generasi muda NU untuk mengarungi kompetisi global dengan penguasaan tekhnologi digital tanpa kehilangan nilai-nilai kultural Nahdlatul ulama," pungkas Kiai Maman.


Pelapor: Risnawati
Editor   : H. Sinano Esha

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com