Premium dan Pertalite Bakal Raib, SPBU Cuma Jual Pertamax
Rabu, 29 Desember 2021 | Dilihat: 770 Kali
Premium dan Pertelite Bakal Raib dari SPBU (foto Suara.com)
Penulis : Fauzi Rahim/Sumber Kompas TV
Editor : H. Sinano Esha
Jakarta –Tabloidskandal.com ll Mengacu kepada Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategiru N, dan Kategori O, Petamina berencana akan menghapus dua bahan bakan minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite dari pasaran. Dan ke depan hanya jenis Pertamax saja yang dijual di SPBU.
Recana tersebut telah dibahas pada pertemuan antara Pertamina dengan DPR, beberapa waktu lalu. Dan hal itu merupakan penyederhanaan varian produk BBM, yang disesuaikan dengan peraturan KLHK.
Untuk itupun pemerintah telah menetapkan standar BBM untuk ttipe euro 4 dengan oktan 91 ke atas sejak 2019, dan secara bertahap hingga 2021. Sementara untuk kadar oktan di bawah 91, atau euro 2 adalah Premium dan Pertalite. Secara bertahap akan dihilangkan.
Seperti diketahui, sejak 2020 Premium sudah susah ditemui di SPBU di Jawa, Bali dan sebagian Sumatera. Pertamina melakukan hal ini sebagai tahap pertama, yakni mengurangi penggunaan oktan di bawah 91.
Tahap berikutnya adalah pengurangan BBM jenis Pertalite di pasaran. Pada fase ini Pertamina melakukan kampanye penggunaan varian di atas ron 91 (Pertamax) dan ron 95 (Pertamax Turbo). Hanya dua varian itu yang bakal ditemuikonsumen di SPBU.
Selama tiga tahun belakangan ini pemakaian Premium dan Pertalite terus meningkat. Pertamina mencatat, pada 2018 penggunaan Premium secara nasional mencapai 31,3%. Dan pada 2019 melonjak jadi 33,3 persen. Adapun untuk Pertalite, pada 2018 angka penjualan nasional 52,4 persen, dan tahun 2019 pencapaiannya jadi 56,3%.
“Semoga saja harga jual Pertemax disesuaikan dengan kantong rakyat kecil, ya paling tidak kayak harga Pertalite. Kalau mahal, makan belangsak aja orang gak mampu kayak saya ini,” gumam Yudi, warga Johar Baru, Jakarta Pusat, ketika dimintaikomentar tentang rencana Pertamina menghapus Premium dan Pertalite dari pasaran.