,
07 April 2020 | dibaca: 767 Kali
Manejer CV NM Arogan dan Menuduh Wartawan Skandal Abal Abal
noeh21
Manejer yang arogan
Manejer CV NM Arogan dan Menuduh Wartawan Skandal Abal Abal

Malra, Skandal

Manejer CV Nelayan Makmur, HC, yang beralamat di Desa Mangon, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, melakukan pemecatan semena-mena kepada karyawannya tanpa pesangon.

Padahal karyawan itu, RPL, sudah meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan itu.

Kepada Skandal, karyawan yang dipecat itu, RIP mengakui saat jam kerja dia pulang ke rumah, mengambil beberapa ikan perusahaan, sekitar jam 10 pagi.

"Saya ambil agar istri bisa masak untuk makan siang," akunya terus terang, menyebut di rumahnya tidak ada persediaan lauk pauk saat itu.

Sekitar pukul 11 dia kembali ke rumah, dipanggil sang manejer. Dia ditanyai dari mana saja.

"Saya cerita apa adanya. Ke rumah ambil ikan untuk makan siang," jawabnya saat itu.

Kejujurannya itu ditanggapi negatif oleh sang manejer. Detik itu juga dia dipecat tanpa ampun, meski berkali-kali mengajukan permintaan maaf.

RPL mencoba menghubungi pimpinanan di Surabaya meminta petunjuk. Lagi-lagi jawabannya diserahkan kepada keputusan manejer tersebut.

Meski pelbagai pendekatan sudah dilakukan, namun manejer itu bersikukuh memecatnya. "Makanya saya sadar, saya meminta pesangon," ujar RPH yang bekerja di perusahaan pengadaan ikan itu sejak 2015 hingga 2020.

Lagi-lagi permintaan itu dicueki oleh manejer, hingga dia mengadu ke Depnaker menyoalkan sikap arogan manejernya. 

Di sisi lain, sang manejer melaporkan RPL ke Polsek Dullah Selayan. Dia dituduh mencuri ikan perusahaan.

Anehnya saat di Polsek, manejer itu mengajak kompromi, asalkan tidak melapor ke Depnaker dan wartawan. "Nanti saya bayar upah kamu 3 bulan, biar kamu saya jangan proses ke polisi," pinta manejer tersebut 

Selain ke Depnaker, RPL juga   meminta kepada 20 anggota DPRD Kota Tual untuk menyikapi kejadian tentang dirinya, agar ke depan jangan sampai menular ke teman teman lain. 

"Manejer itu  tidak memahami tentang UU tenaga kerja. Jadi diharapkan agar Depnaker memanggil manejer itu agar memberi ketegasan  memecat seseorang harus  membayar upah kerja sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku," tutur RPL.

Skandal sendiri setelah mengkonfirmasi kepada .manejer tersebut, mempertanyakan kepada Kapolsek apakah mengenali wartawan Buce Rahakbauw dari media Skandal, setelah Skandal memperkenalkan diri sebagai Obama (Buce Rahakbauw)

 Yang bersangkutan juga sempat melontarkan Buce sebagai wartawan abal abal saja kok.

Buce, yang juga Ketua Perkumpulan Wartawan Online (PWO) siap akan melaporkan manejer tersebut ke Polres Maluku karena telah mencemarkan nama baiknya sebagai wartawan abal-abal
Berita Terkait
Berita Lainnya