,
19 Januari 2020 | dibaca: 332 Kali
ASPOTMAR DANLANTAMAL IX PIMPIN KOMSOS KESEHATAN DI NEGERI ASSILULU
noeh21

Ambon, Skandal

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (DanLantamal) IX Laksamana Pertama TNI Budi Purwanto S.T., M.M., melalui Asisten Potensi Maritim Komandan Lantamal IX Kolonel Marinir Daniel Kreuta pimpin kegiatan Komunikasi sosial  bersama STIKES Maluku Husada dalam rangka pembinaan potensi maritim masyarakat nelayan pesisir dan mendukung program pemerintah. Sabtu, (18/01/20). 

Dalam sambutannya disampaikan materi pelatihan dan praktek yang diajarkan agar diikuti, disimak dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan bermanfaat apabila terjadi kecelakaan/ bencana transportasi laut dengan teknik mengapung dan menunggu pertolongan tiba.





​​​​​​Selain itu,  hubungan baik harus dibina untuk menjaga kelestarian laut demi anak cucu dengan cara menangkap ikan dengan legal atau benar. Jka mengetahui dan melihat  kapal asing atau nelayan asing berada di perairan sekitar Negeri Assilulu segera laporkan ke pihak Lantamal IX untuk ditindak lanjuti.

Kegiatan penyuluhan kesehatan simulasi pertolongan korban tenggelam dan bertahan hidup di laut ini diikuti sebanyak 97 orang, merupakan praktek lapangan stase bahari Profesi Ners angkatan V STIKES maluku Husada Materi yang diterima yakni tentang Barotrauma oleh Kapten Laut (K) Masrukin dan Uitemate oleh Kapten Laut (K) Agus Wijaya. Pada materi barotrauma dijelaskan bahwa barotrauma adalah cedera yang terjadi akibat perubahan tekanan udara secara mendadak. Kondisi ini sering dialami oleh seorang penyelam atau orang yang rutin bepergian dengan pesawat terbang.

Barotrauma umumnya terjadi di telinga, kondisi ini ditandai dengan telinga yang terasa pengang akibat perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar telinga. Barotrauma tidak hanya dapat terjadi di telinga, namun juga di organ paru - paru maupun saluran pencernaan. Sedangkan materi Uitemate dijelaskan tentang cara bertahan hidup di laut ketika terjadi bencana transportasi laut yakni dengan teknik mengapung dan menunggu. Setelah mendapatkan materi, seluruh nelayan melaksanakan praktek langsung di laut.





Pembina Yayasan STIKES Maluku Husada, Hamdan Tunny, M.Kes., mengucapkan banyak terimakasih kepada Lantamal IX karena sudah membantu mahasiwa demi terselenggaranya kegiatan penyuluhan dan simulasi, diharapkan dapat bermanfaat bagi nelayan Negeri Assilulu, karena Negeri Assilulu mayoritas bekerja sebagai nelayan tradisional yang berhubungan langsung dengan laut. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya