,
14 September 2018 | dibaca: 61 Kali
Kerjasama Dindikbud Tangsel dengan Unilever
Penguatan UKS Bangun Sekolah Sehat
noeh21
Tangsel, Skandal

Bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia TBK melalui Yayasan Unilever Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangerang Selatan menggelar Orogram Sekolah Sehat 2928. 




Program ini, seoerti dikatakan Keoala Dinas Dikbud Tangsel, Taryono, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"OHBS ini sejalan dengan program Gerakan Sekolah Bersih Menyenangkan (GSBM) yang dinilai penting untuk memaksimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di tiap sekolah," tutur Taryono.

Sedang sasarannya adalah oara guru pembina UKS yang meliputi SD dan MI di tujuh kecamatan Kota Tangsel.

"Komitmen kita dan siapapun di sekeliling kita, tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya saat Training of Trainers & Workshop School Health Programme di Balaikota Tangsel, Kamis 13 September 2018. 

Adanya komitmen tersebut, Taryono berharap, permasalahan kesehatan yang ada pada anak SD bisa diatasi dengan pembinaan dan pembangunan karakter untuk membangun prestasi ke depan. 

"Anak yang berprestasi adalah  anak yang sehat," tandasnya. Dia berharao,  semoga peserta yang hadir bisa mengimplementasikan kembali di sekolah masing-masing untuk membangun sekolah sehat. 




Dalam siaran persnya, Sinta Kaniawati selaku General Manager Yayasan Unilever Indonesia, menjelaskan program yang dilakukan di tingkat sekolah dasar dan menengah ini telah dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2004. Di 2017, program Sekolah Sehat yang tersebar di 70 kabupaten dan lebih dari 9.000 sekolah ini telah mengedukasi sebanyak 2,2 juta anak Indonesia. 

"Ini meruoakan bentuk dukungan kami untuk program pemerintah dalam mewujudukan generasi Indonesia emas 2045 dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kami harap anak-anak yang telah kami edukasi tidak hanya memulai praktik PHBS untuk dirinya, namun juga bisa menularkan ke lingkungan sekitar termasuk di rumah. Kedepannya, anak-anak tidak hanya sehat, namun juga berprestasi, berkarakter kebangsaan yang kuat, dan memiliki masa depan yang cerah," papar Sinta.

Adapun edukasi ini ditujukan untuk mendorong siswa-siswi mengimplementasikan tujuh pembiasaan, yaitu mencuci tangan pakai sabun, mengonsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman, mengonsumsi air minum bebas kuman, menyikat gigi pagi dan malam, memelihara toilet, kamar mandi, dan lantai agar tetap higienis, mengelola sampah, serta memberantas jentik nyamuk. 

Selain pelatihan, guru UKS dan tim dokter kecil diberikan ragam alat bantu edukasi untuk menggulirkan edukasi ini ke seluruh siswa-siswi di masing-masing sekolah. (Adv.FM/panji)
Berita Terkait
Berita Lainnya