,
17 April 2019 | dibaca: 243 Kali
Gara- Gara 19.000 Surat Suara Rusak
Sebagian TPS di Kecamatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Belum Mencoblos
noeh21
Darma O, politisi senior Golkar

Tanimbar, Skandal

Sebagian TPS di beberapa kecamatan Kepulauan Tanimbar belum juga dapat melakukan pencoblosan  hingga pukul 11.30 WIT waktu setempat.

Sampai tulisan ini diturunkan, belum diketahui secara pasti belum terlaksananya pencoblosan sesuai dengan jadual yang ditetapkan. 


Kotak suara yang belum tetdistribusi ke TPS


Akibatnya masyarakat hanya berkerumun di TPS masing-masing. Mereka mengeluh dan kesal dengan cara kerja KPU setempat.

"Mereka banyak mengomel," ujar Buce Rahakbauw, Ketua PWO Maluku yang melintas depan Kantor KPU.

Dalam laporannya, Buce yang juga wartawan Skandal menyebut belum terlaksananya sebagian pencoblosan lantaran surat suara sebanyak 19.000 dalam keadaan rusak. 

Buce mengirimkan foto beberapa kotak suara yang belum terdistribusikan ke TPS. "KPUD Tanimbar mengupayakan agar hari selesai," jelas Buce dalam laporannya. 

Darma Oratmangun, politisi senior Golkar, tak bisa menutupi rasa mangkel dan marah. Dia menilai kinerja penyelenggara pemilu Kabupaten Kepulauan Tanimbar  tolol dan ngawur.

"Kenapa saya katakan tolol, karena setiap even penyelenggara di kabupaten ini selalu saja terjadi kegagalan pencoblosan. Padahal ini  pesta demokrasi  nasional dari Sabang sampai Merauke," tuturnya.

Menurut dia, bila pencoblosan gagal, bisa membuat kekecewaan terhadap para caleg. Makanya dia meminta bekerja profesional, sekalugus  memahami kerja tentang penyelenggaraan Pemilu.

Di daerah lain, tambahnya,  kalau ada kendala tentang peti suara dan surat suara, para penyelenggara langsung menyikapi langsung terjun ke lapangan.

"Tapi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini submngguh lain. Maka patut di pertanyakan ada apa di balik semua ini? tanya  Oratmangun.

Dia juga mempertanyakan 19 ribu surat suara yang rusak?  " Ini ada konspirasi apa lagi?  Pemerintah Daerah seharusnya tidak boleh diam, karna Pemilu even nasional. Tidak boleh  ditunda  sampai besok," tuturnya. 

Terlebih besok, Jum'at seluruh umat kristiani memperingati hari wafatnya Yesus Kristus, sehingga sangat mengganggu konsentrasi. Pokoknya harus diupayakan pencoblosan hari ini," pintanya berkali-kali.(MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya