Tutup Menu

Rakyat Masih Menginginkan Bapak : Tragedi Soeharto Berulang ke Jokowi

Jumat, 23 Desember 2022 | Dilihat: 673 Kali
    
Oleh: Usman Gumanti

TabloidSkandal || Jakarta - SOEHARTO terpilih lagi menjadi presiden pada 1997. Tentu saja tidak dipilih langsung oleh rakyat tapi oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).Para elite politik pada masa itu menyatakan mereka telah menangkap aspirasi rakyat, yakni ingin tetap dipimpin oleh Soeharto. Mereka kemudian menghadap Soeharto dan memohon kesediaan Soeharto untuk kembali dicalonkan sebagai presiden.

“Ya, kalau itu memang kehendak rakyat, ya saya bersedia,” kata Soeharto.

Sidang Umum MPR digelar dengan agenda tunggal pemilihan presiden. Secara aklamasi anggota MPR menyatakan setuju Soeharto disahkan menjadi presiden dan palu diketuk, “tok, tok, tok”.

Siapa sangka setahun setelah itu Soeharto terpaksa harus meninggalkan Istana Negara dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden Burhanuddin Jusuf Habibie. Pada 21 Mei 1998 Soeharto membacakan surat pengunduran diri di Istana Negara dan saat itu juga Habibie diambil sumpahnya sebagai presiden ketiga Republik Indonesia.

Sejarah mencatat, Habibie hanya bertahan satu tahun lebih. Ia diturunkan MPR pada November 1999. Penggantinya adalah Abdurrahman Wahid yang juga dilengserkan MPR pada 2001.

Kini, ada sejumlah elite politik yang menyatakan Joko Widodo pantas menjadi presiden tiga periode. Itu sesuai dengan kehendak rakyat.

Suara tentang perlunya memperpanjang masa jabatan presiden sudah pernah muncul dan menimbulkan perdebatan tajam.

Saat itu Joko Widodo menegaskan dirinya tidak berniat, juga tidak berminat menjadi presiden lagi pada 2024. Isu itu akhirnya redup. Tapi belakangan ini sudah mulai digadang-gadang lagi oleh sejumlah pihak.  Usulannya pun tambah aneh, masa jabatan presiden ditambah setengah (seperti makan di warteg : Red)

Kita tentu masih ingat, pada reformasi 1998 orang-orang yang pada 1997 membujuk Soeharto untuk kembali menduduki kursi presiden, justru berbalik minta Soeharto turun. Kita berharap peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi.                    

Jangan sampai tragedi yang dialami Soeharto jangan berulang ke  Jokowi (*)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com