Tutup Menu

Muhaimin Iskandar: Gus Dur dan Gus Yahya miliki kesamaan

Senin, 20 Desember 2021 | Dilihat: 568 Kali
Bedah Buku Menghidupan Gus Dur
    
Jakarta –Tabloidskandal.com ll Antara Presiden Indonesia ke empat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan ulama kharismatik KH Yahya Cholil Staquf (Katib Aam PBNU), atau biasa disapa Gus Yahya ada kesamaan yang tak bisa dipungkiri. Yakni, rasa percaya diri dan keberanian.

Demikian dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dalam acara bedah buku “Menghidupan Gus Dur” (Catatan Kenangan KH Yahya Cholil Staquf), di ESAS (Empu Sendok Arte Station) Jl. Taman Empu Sendok No. 39, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2021).

Selain Muhaimin, juga melibatkan pembicara seperti KH Yahya Cholil Staquf,  Greg Fealy, AS. Laksana (penulis) dan Najib Azca.

Pada kesempatan itu Muhaimin menjelaskan, Gus Yahya merupakan salah seorang dari sekian banyak murid Gus Dur yang bisa memahami dan menyelami pikiran-pikiran Gus Dur. Salah satu contohnya, ia menyebutkan, ketika Gus Dur mengeluarkan dekrit presiden, hanya Gus Yahya yang berani untuk membacakan dekrit itu.

Sementara itu, Putri Gus Dur, Yenni Wahid menjelaskan, bahwa Gus Yahya ketika mendampingi Gus Dur dalam periode sangat penting dalam kehidupan beliau penuh momentum sejarah.

"Saya rasa itu hak istimewa yang luar biasa. Saya berterimakasih kepada Gus Yahya, dengan kesibukannya beliau meluangkan waktu menceritakan kehidupan Gus Dur," papar Yenni.

Berkkaitan dengan penilaian itu, Gus Yahya menyatakan dirinya belum pantas dikatakan sebagai seorang Gus Dur muda, yang menjadi pandangan sejumlah pihak saat ini. "Saya kira, saya sangat jauh dari itu. Saya hanya belajar dari beliau sampai batas kemampuan saya," katanya merendah.

Dingatkan Gus Yahya, bahwa dirinya tidak pantas disebut Gus Dur muda, karena jauh dari kualitas beliau ketika masih muda. Idealisme, visi dan cita-cita Gus Dur masih relevan sampai sekarang. Secara sosiologis dia melihat hal itu masih akan relevan hingga puluhan tahun akan datang.

Pada bagian lain, ulama ini menjelaskan buku tersebut bercerita tentang awal perkenalannya dengan Gus Dur hingga didapuk menjadi juru bicara saat menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia. Dan dia kerap menemaninya bertemu dengan tokoh Negara, bahkan pemimpin dunia.

"Gus Dur memiliki rasa humor yang luar biasa, yang memang diasah sejak kanak-kanak, sehingga dia bisa menggunakan secara spontan dalam situasi apapun dan ketika bertemu siapapun," ungkap Gus Yahya.

Sementara itu, penulis buku A.S Laksana mengaku senang saat diberikan kesempatan untuk menulis buku tersebut. Dan kebetulan dia juga mengaku mengidolakan sosok Gus Dur.

"Saya memang pengen menulis, saya lama tidak ketemu dengan Gus Yahya. Ketika saya memutuskan untuk membuat memoar tentang Gus Dur, Gus Yahya memberikan judul "Menghidupkan Kembali Gus Dur. Menurut saya menarik," jelas A.S Laksana di dalam acara tersebut. 


Pelapor: Risnawati  
Editor   : H. Sinano Esha     

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com