Tutup Menu

LSM Tuar Bersatu Siap Lapdukan Terkait Dugaan Adanya Setoran Uang Rp.300 Ribu Kepada Oknum APTI

Senin, 02 Januari 2023 | Dilihat: 101 Kali
    


Tabloidskandal || Majalengka - LSM Tuar Bersatu pimpinan DPW Jawa Barat angkat bicara terkait adanya pemberitaan tentang adanya dugaan Setoran uang dari Penerima bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kepada Oknum pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Majalengka. 

Kepada awak media Humas LSM Tuar Bersatu DPW Jabar mengatakan, Pihaknya sangat menyangkan kalau benar adanya setorang uang sebesar Rp.300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) yang menurut informasi katanya uang tersebut memaksa minta kepada setiap Penerima bantuan (DBHCHT), Saya disini selaku Lembaga Swadaya Masyarakat LSM TUAR BERSATU akan siap melaporkan hal tersebut ke APH, "Ujar Asep Kana Humas LSM TUAR BERSATU kepada Media (30/Desember/2022).

Sebelumnya di beritakan Media buserindonews.com, Kepengursan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Dengan Berjudul, Setiap Penerima Bantuan DBHCHT Harus Setor Rp.300 Ribu, Diduga Setor Kepada Oknum APTI.

Sejumlah penerima dana bantuan BLT, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT ) yang ada di tiga Kecamatan yang ada di majalengka, Yaitu : Kecamatan Bantarujeg,Kecamatan Malausma dan Kecamatan Lemahsugih Kini mengeluhkan.

Pasalnya setelah cair mereka harus setor kepada Oknum pengurus Asosi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Majalengka dengan uang sebesar Rp.300.000 ( Tiga Ratus Ribu Rupiah ) per KPM yang berada di tiga Kecamatan tersebut.

Sejumlah KPM yang berada di Kecamatan Bantarujeg, Kecamatan Malausm dan Kecamatan lemahsugih Kabupaten Majalengka Itu, Mendapatkan bantuan DBHCHT dari pemerintah berupa uang sebesar Rp.3.600.000 ( Tiga Juta Enam Ratus Ribu ) dengan jumlah 1 KPM dengan sebanyak 1.426 KPM dari tiga Kecamatan, Namun ada dugaan setelah uang itu cair setiap para KPM di haruskan setor ke pengerus APTI sebesar Rp.300.000 perKPM.

"Kami terpaksa harus setor ke Pa Eko uang sebesar Rp.300.000 karena dia sebagai pengurus APTI.

Masih sumber, Pa eko juga sempat mengatakan uang Rp.300.000 itu bukan untuk saya melainkan uang tersebut kan tidak akan cair kalau tidak di usahain, Contoh nya saya dan pengurus APTI kan kalau mau mencairkan anggaran tersebut harus kerja dan kerja itu juga di bantu oleh pihak-pihak tertentu, Jadi uang hasil dari yang di kumpulin itu akan di pecah ke pos masih-masing, "Jelas Sumber.

Guna untuk mencari kebenaran atas Dugaan tersebut kami awak Media Buser Indonesia mencoba mengkonfirmasi kepada Pa Eko selaku pengurus APTI tersebut Melalui sambungan Chat Whatsapp nya denga Nomor yang di Hubungi 0852-24XX-XXXX. 28/Desember/2022

"Waalaikunsalam..
Maaf untuk dikoreksi. Bahwa KPM tidak ada yang dipotong, adapun yang ngasih sebagai tanda terima kasih kepada saya, saya tidak targetkan sama sekali. Bagi yg tidak ngasih juga tidak apa apa. Itu hak mereka dan bukan suatu kewajiban. Dan Alhamdulillah semua KPM kondusif tidak ada yang mengeluh. "Ujarnya Pa Eko balesan Chat Whatsapp ny.

Ketika pa Eko di tanya berapa Jumlah KPM di tiga Kecamatan tersebut.

Kebetulan saya juga gak tau total keseluruhan nya, "Pungkasnya.

Penulis :  ( Red )

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com