Tutup Menu

Komnas HAM Dalami Kasus Salah Tangkap Guru Ngaji

Senin, 14 Maret 2022 | Dilihat: 99 Kali
Foto Istimewa
    
Pelapor :Ajie Jahrudin

JAKARTA –Tabloidskandal.com ll Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menangani secara serius kasus dugaan salah tangkap terhadap guru ngaji sekaligus kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) , Muhammad Fikry, yang dituduh melakukan begal di Bekasi, Jawa Barat.


Demikian ditegaskan Komisioner Komnas HAM Chairul Anam atas pengaduan  keluarga Fikry kepada pihaknya. Dan saat ini dalam proses penyelidikan.

"Ya lagi proses (penyelidikan)," jelasnya kepada wartawan, baru-baru ini.


Dikatakan Anem, pihaknya telah menerjunkan tim dari Divisi Pemantauan dan Penyelidikan guna mendalami kasus dugaan salah tangkap tersebut. "Terkait semua yang berhubungan dengan dugaan salah tangkap, dan menindak lanjuti pengaduan."

Seperti diketahui, Muhammad Fikry ditangkap bersama 8 orang lainnya dalam kasus pembegalan. Sebanyak 5 orang dibebaskan, sementara 4 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Fikry merupakan mahasiswa Universitas Mitra Karya (Umika) Bekasi dan juga anggota HMI. Ia rutin mengajar ngaji anak-anak membaca Alquran dan membantu orang tuanya menjaga bengkel.

Dia ditangkap secara paksa oleh personel dari Polsek Tambelang dan Polres Bekasi pada 28 Juli 2021. Fikry bersama teman-temannya dipaksa mengaku telah melakukan begal di Jalan Sukaraja, Bekasi pada dini hari 24 Juli 2021.

Berdasarkan kesaksian warga dan keluarga, Fikry dan kawan-kawan tak pernah melakukan begal. Saat kejadian itu, ia sedang tidur di musala rumah yang berjarak sekitar 6 Km dari TKP Begal. Hal ini terekam CCTV.

Keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke Propam Polda Metro Jaya, Komisi III DPR RI, Komnas HAM, dan lainnya. Akan tetapi, proses hukum terus dilakukan oleh kepolisian hingga masuk persidangan di Pengadilan Negeri Cikarang.


 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com