,
10 Januari 2022 | dibaca: 82 Kali
Kasus Dugaan Korupsi Pertamina Cirebon Terus Diusut
noeh21
Ilustrasi Pertamina Cirebon (foto istimewa)
Penulis : Redaksi Tabloidskandal.com
Sumber: detikNews.com

Cirebon –Tabloidskandal.com ll Penyidik pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI Jakarta) telah meningkatkan kasus dugaan korupsi pemenangan tender terkait pelaksanaan proyek anak usaha Pertamina pada tahun 2018-2020 yang melibatkan PT HAS Sambilang, ke tahap penyidikan.

"Berdasarkan gelar perkara dan Berita Acara Hasil Ekspose telah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Abdul Qohar dalam keterangannya, sebagaiman dilansit detikNews.com, Rabu (5/1/2022).

Seperti diketahui, kasus tersebut diduga penyalahgunaan kewenangan atau penerimaan uang terkait pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Sarana Pendukung Gas Compressor C/W Engine Cemara Barat Field Jatibarang Asset - 3 Cirebon PT Pertamina EP yang dilakukan oleh PT HAS Sambilawang. Yakni, komitmen fee sebesar Rp 5,8 miliar dalam penetapan pemenang lelang di kasus itu.

Terkait dugaan tersebut, PT HAS Sambilawang membantah terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek anak usaha Pertamina di Jatibarang, Cirebon, Jawabarat.

Menurut Direktur Utama PT HAS Sambilawang Heru Susilo, pihaknya tidak melenceng dari proses lelang terbuka. Mulai dari tahap awal hingga kontrak. Dia juga membantah hasil gelar perkara Kejati DKI Jakarta.

"Itu tidak benar semua, PT HAS semacam ada unsur KKN. Itu tidak benar. Kita sesuai tahap pelelangan," sebutnya dalam jumpa pers di kawasan Jalan Soekarno-Hata, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/1/2022).
Secara tegas Heru juga menolak pernyataan Kejati DKI Jakarta tentang adanya fee proyek sebesar Rp 5,8 miliar dari PT HAS Sambilawang kepada PT Pertamina. Dia merasa heran, sebab perusahaannya telah diputus kontrak dan belum menerima pembayaran.


"Itu tidak benar, ada embel-embel ada fee 2,5 persen sebelum HAS menang. Kita sesuai tahap lelang terbuka," tegas Heru.

Dalam kaitan ini, PT HAS Sambilawang bekerja sama dengan mitra kerjanya PT PGASOL untuk melaksanakan proyek senilai Rp 38,95 miliar dengan kontrak pengerjaan selama 339 hari.


"Progresnya baru detail engineering design (DED), sekitar 2,8 persen. Empat bulan kemudian kontrak diputus. Sebenarnya kami ini korban," ungkap Heru, seraya menambahkan perusahaan justru mengalami kerugian miliaran rupiah karena kejadian pemutusan kontrak. Termasuk, nama baiknya dan perusahaannya merasa dirusak.



 
Berita Terkait
Berita Lainnya