,
06 September 2021 | dibaca: 98 Kali
Habiskan Dana Hampir 1 Milyar, Pembangunan Drainase Di Kel. Bah Kapul (Ring Road) Diduga Asal Jadi.
noeh21
Sumetera Utara - Tabloidskandal.com || Gencarnya pembangunan dimasa kepemimpinan Presiden Jokowi membuat negara Indonesia semakin disegani. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia.
 
Memperhatikan ketahan fisik pembangunan menjadi titik perjuangan saat ini. Namun hal ini justru jauh berbeda dengan apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah.
 
Salah satu pembangunan drainase yang berada di Kelurahan Bah. Kapul Kec. Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar diduga tampak tak sesuai SOP ataupun takaran yang diberlakukan tidak sesuai (diduga asal jadi). Pembangunan Drainase Outer Ring Road tersebut yang diduga asal jadi digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar, dengan menghabiskan anggran sebesar Rp. 990. 986. 000, 00 (Sembilan Ratus Sembilan Puluh Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Enam Ribu Rupiah) yang dikeluarkan dari APBD Kota Pematangsiantar dan dimenangkan oleh CV. Putri Berkarya dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.
 
Hal ini diketahui dan dibuktikan oleh kru media ini ketika melakukan investigasi dan menyambangi langsung ke lokasi pengerjaan drainase tersebut, kamis (2/9/21).
 
Saat tiba dilokasi pengerjaan drainase tersebut kru media ini menemukan sebagian dinding yang sudah retak dan pecah.
 
Rusaknya sebagian dinding drainase tersebut diduga akibat kurang tepatnya campuran komposisi bahan yang digunakan sehingga membuat kerusakan yang begitu cepat.
 

Kurangnya pengawasan juga menjadi salah satu faktor penyebab. Menurut salah satu pekerja yang berada di lokasi mengatakan ke kru media ini bahwasanya pengawas baik dari penyedia jasa maupun dari Dinas PUPR jarang datang dan melihat ke lokasi. " pengawasnya jarang datang kemari bang, kami aja nya disini bang, dan kebetulan saya disini disuruh untuk memperhatikan pekerja dan mengawasi bahan karna rumah saya tidak jauh dari lokasi ini bang, sedangkan dari PUPR sendiri juga sama bang jarang datang.
 
Kita mulai pembangunan drainase ini bang sudah sekitar 1 bulan yang lalu ", ujar salah satu pekerja yang tidak ingin namanya di publish ketika diwawancarai. Kamis (2/9/21).
 
Pekerja tersebut juga mengatakan tidak mempunyai kapasitas untuk menjawab pertanyaan yang dilayangkan kepadanya namun dia mengatakan agar bertanya langsung kepada pengawas atau penyedia jasa nya CV. Putri Berkarya yakni Boy Saragih.
 
Ketika kru media ini mendapat informasi pengawas atau penyedia jasa CV. Putri Berkarya yakni Boy Saragih, kru media ini langsung menghubungi Boy Saragih melalui pesan singkat WhatsApp. "pekerjaan yang belum rampung akan segera kita perbaiki pak, ini masih tahap pekerjaan " ujar Boy Saragih ketika dikonfirmasi kru media ini tentang kerusakan dinding yang baru sebulan berjalan.
 
Sabtu, (4/9/21) Boy Saragih juga menambahkan untuk bagian yang rusak sudah kita perbaiki semalam bang, jumat (3/9/21) tutupnya.
 
Sementara itu ketika kru media ini mengkonfirmasi kepada Kadis PUPR Kota Pematangsiantar Rendward Simanjuntak mengenai adanya pembangunan drainase di lokasi kel. Bah Kapul (Ring Road) yang dimana mengalami kerusakan setelah 1 bulan pengerjaan, Kadis PUPR tidak ada memberikan jawaban apapun kepada media ini.
 
Sementara pesan singkat WhatsApp telah sampai dan tercentang dua, sabtu (4/9/21). Di lain sisi Astronot Nainggolan Anggota DPRD Kota Pematangsianar dari Komisi III mengatakan ke kru media ini bahwasanya kerusakan yang terjadi harus menjadi tanggung jawab penyedia jasa. "Saya belum pernah lihat langsung lokasi tersebut. Tapi jika ada kerusakan dalam masa pembangunan dan dalam masa pemeliharaan, penyedia jasa wajib memperbaikinya", ujar Astronot ketika dikonfirmasi mengenai kerusakan pembangunan drainase yang masih dalam tempo 1 bulan. Perlu diketahui juga bahwasanya pembangunan drainase yang berada di Kel. Bah Kapul Kec. Siantar Sitalasari (Ring Road) akan retan terjadi longsor bila hujan turun. Diharpkan kepada Pemko Pematangsiantar dan juga Dinas PUPR Kota Pematangsiantar untuk tetap memantau pembangunan dranaise tersebut yang mana menghabiskan dana hampir mencapai 1 milyar rupiah.
 
Hingga berita ini sampai ke meja redaksi, Kadis PUPR Kota Pematang Siantar, belum memberikan tanggapannya.
 (Zion Magdalena)
Berita Terkait
Berita Lainnya