Gus Nuril: Kelompok Sampradaya, Tamu Kurangajar Di Bali
Jumat, 18 Maret 2022 | Dilihat: 3739 Kali
Gus Nuril Di Tengah Umat Parisada Hindu Dharma Indonesia di Bali (foto istimewa)
Pelapor: Sony Bali
SAMARAPURA –Tabloidskandal.com ll Meskipun konflik kepengurusan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) antara pihak hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) dan pihak Wisnu Bawa Tanaya (WBT) masih belum selesai, namun PHDI MLB tetap melakukan kegiatan pengukuhan pengurus tingkat Propinsi Bali dan kabupaten/kota di Pura Agung Kentel Gumi, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Selasa sore (15/3/2022).
Pengurus yang telah dikukuhkan antara lain Dharma Upapati; Ida Padanda Gede Putra Bajing, Ketua Paruman Walaka; I Made Wena, dan Ketua Pengurus Harian; Tjokorda Raka Putra.
Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia selaku Ketua Pengurus Harian PHDI pusat berharap semua program segera dilakukan, serta pastikan pelayanan umat tidak sampai terganggu. Terlebih lagi ajaran asing sampradaya yang kian merongrong menjadi pekerjaan yang sangat penting dalam pemurnian.
Diakui oleh Putu, umatnya sudah ada yang terpapar ajaran asing tersebut. Karena itu dibutuhkan pemurnian, sekalipun waktunya cukup relative lama. “Kita harap bisa mengajak umat, saudara kita kembali ke ajaran Hindu Bali,” katanya.
Ditambahkan, hal terpenting dalam pemurnian PHDI adalah membuat garis tegas dan jelas tentang tata laksana amal beragama, budaya, adat, tradisi, dan tempat peribadatan, yang Hindu dan bukan Hindu.
Sementara itu, Ketua Dharma Kerta PHDI Pusat Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menanggapi gugatan yang tengah berjalan, pihaknya optimis bisa memenangkan gugatan itu.
Putra Sukahet juga memastikan para pengurus PHDI yang dikukuhkan ini bebas dari paparan isu sampradaya.
Pada acara pengukuhan tersebut, HDI MLB mengundang Gus Nuril, Senopati Nusantara PGN (Patriot Garuda Nusantara). Seorang kiyai NU yang memiliki 13 pesantren yang cukup disegani oleh kelompok radikal seperti FPI dan HTI.
DR. KH. Nuril Arifin Husein, MBA atau Gus Nuril adalah sosok mantan Panglima Pasukan Berani Mati era Presiden Gus Dur, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh perlawanan PHDI hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) terhadap ajaran asing sampradaya.
“Kelompok sampradaya adalah tamu di Bali, sudah diperlakukan baik oleh masyarakat Bali selayaknya tamu, tetapi malah ingin mengambil semua milik orang Bali, ini tamu kurang ajar,” tegas Gus Nuril.
Dikatakan, dirinya sudah terbiasa menghadapi sendirian kelompok-kelompok radikal dan intoleran seperti HTI, FPI, wahabi dan sebagainya
“Mari kita jadikan pemuda-pemuda Hindu menjadi patriot-patriot yang mencintai bangsanya dengan lambang burung Garuda didalam dadanya, yang merupakan burung sakti pembawa sarana Dewa Wisnu. Saya ucapkan selamat kepada pengurus, saya senang dan bangga punya teman,” ujarnya.
Pada bagian lain Gus Nuril mengingatkan, ternyata bukan hanya Islam yang punya musuh, Hindu juga punya musuh. Sesama orang yang dimusuhi, sbaiknya bersatu dan menjaga bersama. Jika musuh macam macam gebuk bareng-bareng.
Turut hadir mendampingi Gus Nuril, Pengasuh Pondok Pesantren Syifaul Qulub-Denpasar; KH. Zainul Arifin beserta santri-santrinya, Senopati PGN Wilayah Bali dan Indonesia Timur; Gus Yadi, Ketua PGN Wilayah Bali; H. Daniar TS, SH, M.Hum serta sejumlah Depsus PGN.