Diduga Tidak Sesuai RAB Proyek Pengaspalan Jalan Poros Desa Sumber Rejeki Kecamatan Sungai Lilin
Minggu, 20 November 2022 | Dilihat: 1051 Kali
laporan : idris
Editor : Eka
tabloidskandal.com ||MUBA, pekerjaan proyek peningkatan jalan berupa pengaspalan di ruas Jalan Poros Desa Sumber Rejeki , Kecamatan Sungai Lilin , Kabupaten Musi Banyuasin Privinsi Sumsel yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV.TRIDA SARANA dengan panjang 410 meter sport Sport, pekerjaan menuai sorotan dari elemen masyarakat.
Dikarnakan sesuai papan proyek yang di pasang bahwa , proyek tersebut di anggarkan dari dana APBD tahun anggaran 2022 dikerjakan oleh penyedia jasa CV.TRIDA SARANA dengan nomor kontak: 620/04/SPPKF/ PU PR/ Kec. SL/2022 dan nilai kontrak Rp 1.834.874.000,00,- terlihat dalam pengerjaannya singkat dan diduga asal jadi, tidak sesuai spek standarisasi.
Pekerjaan tersebut tampak terlihat dari hasil pengaspalan yang sudah di lakukan, kelihatan dibeberapa titik ruas jalan yang sudah mengalami Tampal Sulam, padahal baru 4 hari setelah selesai pengaspalannya, bahkan sebelumnya sempat dilakukan pembongkaran pengerasan batu, yang diduga tidak sesuai RAB. semua diduga terkesan dibuat asal jadi dan masyarakat sangat dirugikan.
Salah satu warga Desa Sumber Rejeki berinisial R saat dimintai pendapatnya oleh tabloidskandal.com Jumat (18 /11/22) Ia mengatakan , sangat menyayangkan pengerjaan proyek pengaspalan tersebut menurutnya, dimana aspal yang dikerjakan terlihat bergelombang dan diduga tidak sesuai spek yang sudah ada, bahkan yang lebih heran lagi pengaspalan jalan tersebut ketebalannya hanya berkisar 5 cm.
Belum lagi di beberapa titik ruas badan jalan terlihat aspal yang sudah di Tampal sulam. “Aspalnya tidak mengikat dengan baik sehingga permukaan badan jalan tidak rata atau kasar,” kata R.
Hal ini seakan-akan pihak yang mengerjakan tidak memikirkan hasil proyek dan hanya ingin mendapatkan keuntungan semata, kami sangat kecewa dengan dinas terkait dan pihak yang melakukan pengerjaan proyek ini.
Lanjutnya, awalnya sangat bersyukur karena jalan tersebut memang sangat rusak parah dan kemudian dibenahi, namun sangat disayangkan proses pekerjaannya yang terkesan asal jadi.
“Jujur saya merasa sangat kecewa dengan hasil proyek tersebut. Tolong pihak berwajib supaya hal ini ditindak lanjuti karena diduga ada indikasi korupsi dalam pengerjaan proyek tersebut sedangkan uang yang digunakan adalah uang rakyat,” tegas R.
Sementara itu dinas terkait dan pihak penyedia jasa sampai berita ini di buat belum dapat di konfirmasikan.