BMKG: Waspadai Iklim Ekstrim Sepekan Ke Depan
Kamis, 20 Januari 2022 | Dilihat: 557 Kali
Waspadai Cuaca Ekstrim (foto Bisniswisata)
Pelapor : Thonie AG
Sumber : BMKG.go.id
Jakarta –Tabloidskandal.com ll Jelang perayaan Imlek, tahun baru China (1 Februari 2022), seperti tahun-tahun sebelumnya, curah hujan terus turun ke bumi. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, sampai seminggu ke depan, pihak BMKG mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer, seperti 'Cold Surge' atau Seruakan Massa Udara Dingin dari Asia menuju wilayah Indonesia; aktifnya fenomena gelombang atmosfer, seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di beberapa wilayah; dan pola tekanan tekanan rendah yang memicu terbentuknya pumpunan dan belokan angin yang diperkuat juga dengan adanya pengaruh labilitas udara dalam skala lokal.
Kondisi tersebut secara signifikan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam periode sepekan ke depan. Mengamati potensi tersebut, BMKG memberikan peringatan dini terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.
Potensi hujan sedang-lebat diprediksi terjadi di wilayah berikut: Sumatra Barat, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo,
Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Sementara itu, BMKG juga menyerukan 'waspada potensi tinggi gelombang, dengan tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 meter ('Rough Sea') pada beberapa perairan di wilayah Indonesia, yaitu: Laut Natuna Utara, Perairan utara Kep.Anambas - Kep.Natuna, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Perairan selatan Jawa Timur hingga P. Sumba, Perairan selatan P. Sawu hingga P. Rotte, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Arafuru, Perairan Kep.Sangihe - Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.
Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dll.) dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan lainnya.