,
07 Desember 2018 | dibaca: 492 Kali
MAFI, Grup Vocal Anak Milenial
noeh21


Jakarta, Skandal

MAFI, sebuah grup vokal anak-anak, menjadi jawaban lagu anak-anak tak ingin sekarat. Apalagi "terkubur" oleh digitalisasi budaya game yang marak di dunia maya. Dunia anak, ya tetap bermain dan bernyanyi dengan ceria.



Loly no 4 dari kiri

Hanya saja, 4 dara cantik tanggung menuju ABG ini, tak ingin "terbelenggu" Bangun Tidur ku terus mandi, Tik Tik bunyi hujan, Potong Bebek eranya Bu Kasur. 

"Kita sesuaikan dengan era kekinian, baik lirik dan musiknya," jelas Loly Imelda Hutapea, maneger MAFI sekaligus pencipta lagu. Ada kerinduan tentang sahabat, melow ataupun keceriahan. Begitupun irama musiknya. Ada sedikit beat, popmix dan sebagai. 

Dengar saja lagu Di Ice Cream saja, sebuah judul yang mirip dengan hitnya dang dut Di Rejek saja. Atau juga Happy Birthday, single lagu yang dibawakan oleh Melanie Mahaly.

"Lagu Happy Birthday sengaja dibuat agar menjadi lagu baru perayaan HUT agar bisa hits di kalangan anak dan remaja," jelas Loly, pencipta lagu tersebut, saat syukuran Launching MAFI, di kantor perusahaan label Global Era Musik Digital Indonesia, kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, kemarin, 6/12 


Suhardi



Sedangkan Ku Sapa Hello, dibawakan manis oleh Tristian Syahfajar, 12 tahun., featuring MAFI yang artinya penakluk. Belum lagi lagu Sahabat, Hey Tayo, Main Bareng dan Seribu Rindu. Malah, salah satu dari lagu itu, jadi soundtrack film garapan sutradara ternama Indonesia.Sayang, apa lagunya, Loly tidak menyebutkan.

"Masih dirahasiakan," tegas Loly.

 MAFI sendiri, akronim dari 4 personil cantik dara cantik menuju ABG. Mereka adalah  Melanie Mahaly, Aurellia Chantika, Futi Larosa dan Maysha Juan Sirait, jebolan The Voice Kids Indonesia yang tergang dalam team Kaka Slank. 

"Mereka itu sering ikut lomba. Jadi kami satukan dalam sebuah grup vocal," ujar Loly yang concern terhadap lagu anak, sekaligus sering ditunjuk menjadi juri lomba lagu anak-anak. 

Loly berharap, 5 buah single yang diusung MAFI, sesuai dengan namanya menjadi penakluk bursa musik anak yang kini "mati suri". 

" Saya yakin. Mereka punya talent yang oke, berbakat dan teruji dalam lomba," jelas boru bermarga Hutapea ini.

Suhardi Kusumo Lie, Direktur Global Musik Era Digital, juga meng-iya-kan. "Feeling saya seperti itu," jelasnya. Terlebih, selain performance MAFI yang punya nilai jual, juga musik dan syairnya tidak jadul. 

Sebagai produser rekaman, Suhardi optimis lagu anak masih punya pasar. Ia mengakuingin kembali membumikan lagu anak di eranya Papa T Bob, dengan sentuhan milenial

"Makanya pasarnya kami jajaki lewat youtobe, ringtone dan sebagainya," jelas Suhandi, menyebut MAFI dapat dilihat  youtube Channel Global Musik Era Digital. Terlebih sambutannya sangat bagus di dunia maya. ( Ian )
Berita Terkait
Berita Lainnya