,
11 Februari 2021 | dibaca: 108 Kali
Nadiem makariem diminta mundur, dianggap abai menjalankan undang-undang no 20 tahun 2003
noeh21
Jakarta - tablpidskandal.com
Pukul 11 siang ini kantor Kemendikbud didatangi sekelompok masa dari Komite Juang (Kom-Ju), diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai mendikbud karena dianggap abai menjalankan undang-undang nomor 20 tahun 2003,
Juga kacaunya kebijakannya dengan skb 3 menteri tahun 2020.
 
Mengusung slogan "Pancasila Progresif Revolusioner", ketua umum kom-ju apek saiman menjelaskan alasan menggelar aksi tersebut.
 
"Kurikulum Pancasila Dan Bhinneka Tunggal Ika sudah seharusnya menjadi prioritas di road maps 2020 - 2035, bangsa kita masih terbelah akibat politik, juga pandemik covid-19 yang berkepanjangan meruntuhkan perekonomian terutama ukm, serta ancaman peperangan negara-negara adi daya di sekitar perairan indonesia, sebagai menteri seharusnya peka untuk segera membangkitkan semangat persatuan bangsa dan patriotisme seluruh anak bangsa Indonesia." jelasnya.
 
"Disini nadiem malah justru tergiring di isyu-isyu stereotip yang tidak substansi sebagai pencerahan pendidikan, malah justru mempertegas perbedaan dan mengancam kerukunan dalam berbangsa dan bernegara.” Pungkasnya.
 
Dalam aksi rabu siang tadi juga sempat terjadi ketegangan antara polisi dengan korlap aksi cak rokhim, ketika peserta aksi memblokade gerbang utama kantor kementerian dengan mobilnya serta bentang spanduk serta nyalakan pengeras suara.
 
"Sebelumnya sudah kami beritahukan kepada pak nadiem untuk fokus juga pada semangat bela bangsa dan negara dengan kurikulum Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika, tapi nampaknya tidak menjadi kesadarannya." pungkas korlap aksi tersebut.
 
#pancasilaprogresifrevolusioner
#cintatanahairberkumandang
Berita Terkait
Berita Lainnya