,
22 Januari 2019 | dibaca: 261 Kali
Kebun buah naga mulai di padeti pangunjung.
noeh21

Pati, Skandal 

Kebun Buah Naga yang terletak di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati,  semakin ramai pengunjung . Ratusan bahkan ribuan orang berdatangan mengunjungi kebun buah naga ini untuk menikmati keindahan kebun dan memetik buahnya. 




Selain itu pengunjung sangat senang berfoto dengan latar keindahan kebun buah naga sembari memetik buah naga di kebun tersebut. Mereka juga bisa terapi ikan di sekitar kebun buah naga, sambil  menikmati juz buah naga.

Menurut salah satu warga yang mempunyai warung di sekitar kebun, meski belum lama dibuka, tak kurang dari 1.000 orang atau pengunjung yang telah berkunjung ke kebun buah naga ini. Mereka bukan cuma warga dari Pati saja tapi juga banyak pengunjung dari luar daerah seperti, Jepara, Rembang, Blora, Kudus, dan  masih banyak dari kota kota lainya. 

"Pengunjung sangat membludak ketika hari libur. Kalau hari biasa pengunjung tetap ada, tapi tidak seramai saat hari libur," tuturnya.

Pengunjung juga bisa menikmati hidangan di warung warung sekitar yang menyajikan  berbagai menu makanan. Ada nasi pecel, nasi lalapan, nasi goreng, mi rebus, mi goreng dan sebagainya.





Selain itu,  pengunjung juga bisa langsung menikmati jus buah naga yang di hidangkan di warung-warung tersebut.

Untuk masuk ke kebun buah naga pengunjung dewasa  dikenakan tiket masuk Rp7.000,  sedang anak-anak Rp3.000 per orang. Sementara parkir kendaraan hanya Rp2.000. 

Di kebun buah naga ini pengunjung akan menikmati dan melihat keindahan buah naga yang mulai bisa di panen, sehingga sangat cocok untuk berfoto dan berselfie. 

"Dengan adanya kebun buah naga ini, Pemerintah Desa bisa memperdayakan masyarakat  di Desa Sitiluhur, dan menambah pendapatan aset," tambahnya. 

Paling membanggakan buat masyarakat Sitiluhur, mereka bisa menyajikan buah naga sekaligusmembuka objek wisata yang pada saat sekarang dibutuhkan  masyarakat. Sebab, setelah penat bekerja setiap hari, perlu refreshing menikmati wisata di desanya.

"Harga masuk dan parkir, saya kira tidak menguras kantong pengunjung," katanya.( Jojo)
Berita Terkait
Berita Lainnya