,
04 September 2019 | dibaca: 807 Kali
Tangan Dingin Yustinah, Jadikan Stasiun Baron dan Sukomoro Indah dan Artistik
noeh21


Madiun,  Skandal

Direktorat Jenderal Perkeretaapian  Kementerian Perhubungan terus memacu pembangunan prasarana dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna kereta api.

Sebagaima di wilayah lain Tanah Air, Balai Tehnik Perkeretaapian (BPT) kelas 1 Jawa Bagian Timur pun terus menggeliat merealisasi program yang telah jadi target tahun ini.





Salah satu segmen yang sudah rampung dan sudah dioperasikan bulan Mei lalu adalah pembangunan double track antara stasiun Baron  km 103+000 sampai Km 201+500 sepanjang kurang lebih 18.500 m.

Dengan dioperasikan track baru ini, maka antara stasiun Baron dan stasiun Nganjuk saat ini dioperasikan  secara partial double track. Hal ini seiring dengan pihak BPT Wilayah Jawa Bagian Timur melalui PPK Pengembangan Perkeretaapian Wilayah 1 yang dinahodai Yustina Nurhayati ST, MT, telah dibangun dua stasiun, stasiun   Baron dan stasiun Sukomoro.

Hasil investigasi watawan media ini di lapangan, kedua stasiun tersebut sangat indah dan artisitik. Beda dengan artistik stasiun lain yang telah dibangun diberbagai daerah lain. 




Di bawah komando Yustinah yang terkenal tegas dan betangan dingin namun tetap berpenampilan modis,  dua stasiun tersebut berdiri kokoh, indah dan artistik.                    Kedua stasiun yang saat ini sudah dioperasikan PT KAI Daop 7 Madiun  tersebut dilengkapi berbagai sarana dan fasilitas yang membuat calon penumpang kereta api merasa nyaman dan betah berlama-lama di stasiun.

"Bersih dan fasilitasnya bagus mas", ujar Ngadirun calon penumpang yang ditemui wartawan di stasiun Baron.
                             
Ditambahkan Ngadirun, dirinya adalah bagian dari masyarakat yang terbiasa menggunakan kereta api sebagai alat transportasi. "Dengan stasiun yang apik, bersih dan nyaman, tentu kami sangat senang", pungkasnya (Bono)
Berita Terkait
Berita Lainnya