,
25 Maret 2020 | dibaca: 42 Kali
SKK Migas – KKKS Gandeng Alumni Unair Gagas Gerakan Satu Juta Handsanitizer
noeh21


Jakarta , Skandal

Diilhami langkanya _handsanitizer_ di tengah masyarakat, SKK Migas dan KKKS bekerjasama dengan Jaringan Arek Ksatria Airlangga (Alumni Unair) menggagas gerakan satu juta sanitizer untuk menjawab kelangkaan handsanitizer dan membantu memberantas penyebaran virus korona di Indonesia.

Menurut penggagas gerakan satu juta sanitizer, Didik S Setyadi, Gerakan ini merupakan Gerakan sosial yang harus didukung semua pihak agar penyeberan virus korona tidak meluas.

 "Siapapun boleh ikut gerakan ini, tidak terbatas pada SKK Migas dan KKKS," tegas Didik.

Pada tahap awal, hari ini (25/3) gerakan ini mendistribusikan gratis 1.200 (seribu duaratus) _handsanitizer_ kemasyarakat dengan bekerjasama dengan berbagai organisasi dan komunitas di tanah air, diantaranya DPP Ikatan mahasiswa Muhamadyah Jakarta, Forum alumni korps HMI Wati, Jakarta, Komunitas Penyanyi Jalanan, Bogor dan Komunitas Gerakan Milenial Independent.

Penggas gerakan satu juta sanitizer, yang juga Ketua _one door service policy_ SKK Migas ini juga menggandeng Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), ConocoPhiilips, Kangean Energy Indonesia, ENI Indonesia dan BOB PHE – Bumi Siak Pusako.

“Kita bagikan langsung gratis ke masyarakat bawah seperti pengemudi ojek, supir bus pedagang kaki lima bahkan wartawan,”ujarnya bersemangat.

Menurut Didik, gerakan satu juta _handsanitizer_ juga berkomitmen memproduksi _handsanitizer_ sesuai standar BPOM,  menggalang donasi dari pihak lain dan mendistribusikan sendiri atau bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan atau komunitas agar program ini benar-benar terlaksana dan tepat sasaran.

Gerakan sejuta _handsanitizer_ ini juga menggandeng artis pelantun lagu ‘rindu’, Fryda Lucyana karya Erros Djarot.

Didik juga mengajak semua KKKS di lima Perwakilan SKKK Migas untuk bekerjasama dengan dengan berbagai Pihak agar melakukan gerakan satu juta sanitizer. “Gerakan ini  murni gerakan masyarakat dan sangat penting untuk membangkitkan kemampuan dan inisiatif dari masyakarat untuk menjaga kesehatan,”katanya.

Didik S Setyadi mengaku juga akan mengandeng pemerintah dan swasta, serta siapapun yang peduli melawan penyebaran virus dengan bergotong royong melawan Korona. Gerakan ini  memviralkan hastag #GerakanSejutaHandSanitizer dan #GotongRoyongLawanCorona dalam setiap kegiatannya. (*)
Berita Terkait
Berita Lainnya