,
23 Oktober 2019 | dibaca: 1191 Kali
Razia Pekat di Muba Belum Sentuh Karoke Ranggonang 
noeh21


Muba Skandal 

Menjamurnya warung remang-remang, cafe, penginapan, hotel , serta tempat karoke selama ini  disinyalir jadi peralihan dari pesta malam,  peredaran miras serta narkotika. 

Karena itu, Satpol PP Muba menggelar razia gabungan bersama Kodim 0401/Muba, Polres Muba dan Instansi terkait. Rombongan bergerak sekitar Pukul 20.00 WIB, Selasa malam (22/10/2019).

Razia yang digelar tersebut bertujuan menertibkan peredaran narkotika, Pekerja Sek Komersial (PSK) dan Miras. 

Dari pantauan awak media yang ikut dalam Razia tersebut, hampir setiap warung remang-remang, cafe tempat karoke di Kabupaten Musi Banyuasin di Razia Satpol PP.

Sasaran razia  dimulai dari Kecamtan Babat Supat, Kecamatan Sungai Lilin dan Kecamatan Sekayu. yang langsung menyasar sejumlah Cafe, Warung Remang-remang dan Penginapan , tempat karoke serta hotel.

Hasilnya puluhan wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK), 1 Laki-laki hidung belang terjaring razia gabungan yang digelar Satpol PP bersama tim Gabungan Kodim 0401/Muba dan Polres .

Cuma razia Penyakit Masyarakat ( Pekat ) saat mendatangi tempat karoke Cha-cha di kota Sekayu di dapati wanita-wanita ditemani  laki- laki yang sedang karokean tak lumput kena ciduk walau sudah menunjukan identitas diri ( KTP ), tetap di bawah ke markas Sat Pol PP Kabupaten Muba. Ternyata ke empat wanita tersebut beralamatkan di Palembang. Setelah di data ke empat wanita dan seorang laki- laki malam itu juga di perbolehkan pulang.

Kasat Pol PP Muba Jonni Martohonan, AP, M.M melalu Sekretaris Firman Hirawan, S.Sos, M.Si .seusai Razia Gabungan mengungkapkan, razia ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat, terkait dugaan ada penyimpangan S
seksual baik di cafe, warung remang-remang, penginapan maupun hotel yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin.

Fitman menambahkan, selain itu juga, ada dugaan  prostitusi online yang dilakukan oleh oknum yang sampai saat ini masih didalami  pelakunya.

"Untuk malam ini kita amankan wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) bersama puluhan Botol Miras yang kita dapat di Cafe-cafe yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin  Bersamaan itu juga untuk PSK yang sudah kita amankan akan kita berikan Pembinaan terlebih dahulu,"  paparnya.

Namun saat di tanyai awak media skandal kenapa karoke Ranggonang tidak di rahazia, menurut Irawan, itu belum ada laporan.

Saat didesak Skandal , soal  karoke Ranggonang buka , bahkan room nya penuh, tetap saja dalih Irawan tidak ada laporan. "Itu tidak ada laporan," cetusnya.

Hasil pantauan Skandal, karoke Ranggonang terletak di tengah- tengah kota Sekayu.

Badan Usaha Perusahaan Milik Daerah ( BUMD ) ini menyajikan tempat karoke lengkap dengan wanita pemandu lagu yang tergolong seksi.

Karoke Ranggonang miliki beberapa Room buka dari pukul 21.00 Wib tutupnya pada pukul 2.00 Wib ( dris)
Berita Terkait
Berita Lainnya