,
20 Januari 2020 | dibaca: 392 Kali
Posbankum dan Pengadilan Agama Bojonegoro Belum Optimal Layani Warga.
noeh21


Bojonegoro skandal,

Pelayanan Posbankum di Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro dinilai belum optimal kepada warga yang mengurus gugatan perceraian di Pengadilan Agama. Bahkan banyak menyebut melecehkan.





Hal tersebut terungkap, tatkala Skandal berada di pelayanan setelah Ishoma. 

Saat itu, seorang yang hendak mengurus gugatan  datang ke PA (Pengadilan Agama). Dia  datang dari Kecamatan Parengan Tuban, mengaku menyesal karena ditolak oleh pihak bagian pendaftaran yang bernama Muclisin dan Pipit, salah seorang tenaga honorer. Keduanya menyebut pendaftaran sudah tutup. Padahal di depan tertulis jam pelayanan sampai  jam 16.00.

Petugas Posbankum "Albana" Bojonegoro, Dian dan Fitra, bergegas cepat pulang sambil mengatakan, pendaftaran tutup sampai dengan pukul 12.00. Sedangkan untuk pengambilan buku nikah sampai dengan pukul 16.00 dengan muka cemberut.

Medua petugas Posbankum Albana Bojonegoro itu meninggalkan seorang warga yang mengharapkan layanannya.
Kemudian panitera pengadilan agama kabupaten Bojonegoro Drs.Sholikin ,SH,MH saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, bahwa pelayanan memang sampai jam 16.00. 

"Karena kerjasama dengan pihak bank, maka laporan keuangan masuk dan keluar itu sampai jam 15.00 hingga sampai  pukul 16.00 wib, dengan catatan  bersangkutan membayar sendiri di bank," tegasnya.

Beberapa praktisi hukum yang nimbrung di Pengadilan Agama sangat menyayangkan perlakuan pelayanan yang menjadi tanggung jawab Posbankum Albana, karena  merupakan pelayanan sosial.

"Kenapa seakan- akan dilecehkan begitu saja dan perlu dicatat ini karena tidak adanya advokasi /pengacara yang piket," ungkapnya.(Bond)
Berita Terkait
Berita Lainnya