CIBINONG, TabloidSkandal.com |¦ Kebebasan pers kembali diuji. Pimpinan Umum ImigrasiOne.id, Taufiq Rachman, SH., S.Sos., menjadi korban teror dan ancaman dari orang tak dikenal.
Teror brutal itu datang tak lama setelah ImigrasiOne.id yang tergabung dalam Media Independen Online (MIO) Indonesia gencar memberitakan desakan pencopotan Kepala Lapas Cibinong terkait dugaan fasilitas mewah berpagar hitam di dalam Lapas Pondok Rajeg.
Melalui nomor ponsel tak dikenal, sang peneror mendesak agar berita berjudul "MIO Minta Menimipas Copot Kalapas" segera dicabut dan di-takedown dari portal berita.
Sudah Sesuai Kaidah Jurnalistik
Ironisnya, pemberitaan tersebut sejatinya sudah sangat patuh pada Kode Etik Jurnalistik.
"Berita yang ditayang sudah mengikuti kaidah jurnalistik, dengan meminta konfirmasi dan klarifikasi baik kepada Wisnu maupun Hermanto," tegas redaksi.
Namun konfirmasi itu bak masuk ke lubang hitam. Kedua pejabat Lapas tersebut memilih bungkam seribu bahasa.
Hal senada dialami Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie. Saat mencoba mengklarifikasi langsung kepada Wisnu Hani Putranto dan Hermanto, upayanya tak digubris. Tidak ada jawaban, tidak ada klarifikasi.
Siapa Dalang Teror?
Kini pertanyaannya: Tak jelas para peneror tersebut atas suruhan siapa?
Apakah ada kekuatan besar yang panik di balik tembok Lapas Cibinong sehingga berani mengancam media yang kritis? Publik menunggu.
Kasus intimidasi ini jelas merupakan bentuk pembungkaman pers dan melanggar UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Aparat penegak hukum dan Komisi III DPR RI didesak turun tangan mengusut tuntas dalang di balik teror terhadap Taufiq Rachman.
TabloidSkandal.com masih terus menelusuri keberadaan kamar-kamar mewah berpagar hitam yang disebut-sebut dijaga ketat petugas di dalam Lapas Cibinong.
(Tim Investigasi TabloidSkandal)