,
01 Oktober 2018 | dibaca: 184 Kali
Pelabuhan Induk Rembang Terminal Sluke akan Direklamasi
noeh21
Rembang, Reklamasi

Proyek reklamasi laut seluas 42,02 hektar sebagai pengembangan pembangunan Pelabuhan Induk Rembang Terminal Sluke akan dibangun.

Pembangunan pelabuhan yang bersumber dari dana APBN Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut itu akan membuka tersedianya peluang kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan perekonomian dan PAD Kabupaten Rembang. 

Azis Rahman

Kini proyek terletak di Desa Sendangmulyo dan Desa Blimbing Sluke yang diprakarsai kantor UPP kelas III Rembang itu, dalam proses penyusunan AMDAL.  

Azis Rahman Direktur PT. Widya Cipta Buana selaku penanggungjawab penyusunan AMDAL pelabuhan saat dihubungi, Senin (1/10) mengatakan, percepatan pembangunan seringkali berkaitan dengan ketersedian insfrastruktur yang memadai, lengkap dan memiliki kehandalan dalam pelayanan akan memberikan umpan balik bagi terlaksananya pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebaliknya, ketersediaan infrastruktur dapat meningkatkan pertumbuhan pembangunan.

Azis mengatakan, di Kabupaten Rembang terdapat dua pelabuhan laut, yaitu pelabuhan Tasik Agung dan Pelabuhan Sluke, sehingga beberapa investor tertarik untuk mengembangkan pelabuhan di Sluke tersebut, menggingat pengembangan pelabuhan menjadi titik kunci penting di dalam meningkatkan pelayanan pergerakan barang atau penumpang 

“Dalam penyusunan AMDAL ini, kami perlu melibatkan masyarakat. Jika tidak, maka penyusunan AMDAL tidak sah. Karena itulah pendapat masukan dari masyarakat sangat kami butuhkan,” pintanya.

Ia menjelaskan, dalam upaya mendorong keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat, pihaknya telah mengumumkan melalui media massa terkait dengan pengumuman AMDAL.

“Melalui pengumuman ini masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Sehingga harapan kami AMDAL yang dihasilkan betul-betul mewakili keinginan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang terkena dampak,” harapnya.

Salah satu warga  Desa Sendangmulyo, Purnomo Widodo, yang hadir dalam konsultasi publik tentang AMDAL di Pendopo Kecamatan Sluke baru-baru ini, mempertanyakan soal pengelolaan pelabuhan, peluang kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, dampak debu dan dana kompensasi.




"Pengelolaan pelabuhan yang ada saat ini, menimbulkan dampak keresahan bagi masyarakat, karena pihak pemprakarsa tidak menepati janji. Bahkan polemik antar investor terkait  pengelolaan Pelabuhan Umum nasional Sluke belum tuntas," tuturnya. 

Purnomo berharap penyusunan AMDAL kali ini benar-benar memperhatikan pendapat dan masukan dari masyarakat terkait dengan kesempatan kerja, dampak debu, dan dana  supaya tidak menimbulkan polemik kembali di masyarakat.

Menurut Kusno, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Semut Abang, reklamasi laut akan berdampak negatif yang luar biasa. Salah satu dampaknya kemungkinan akan menimbulkan bencana naiknya air laut ke darat. 

“ Jika ini terjadi akan mengancam keselamatan warga yang bermukim dipesisir pantai. Belum lagi persoalan keselamatan pengguna jalan, mengingat posisi pelabuhan Sluke sebagai penggubung transportasi nasional. Sebaiknya AMDAL terkait dengan keselamatan lalu lintas dipisahkan,”. (Sutrisno/Rbg.).
Berita Terkait
Berita Lainnya