,
22 Desember 2019 | dibaca: 388 Kali
Pambangunan Gedung Bappeda Kabupaten Pati Diduga Molor 
noeh21

Skandal Pati,

​​​​​​Pembangunan Gedung Bappeda Kabupaten Pati berlantai 3 di pinggirJalan Raya Pati-Kudus, menelan biaya Rp 10.252.056.369 dengan kontrak No 640/6905/2019 tanggal 21 Mei 2019, diduga molor tidak sesuai kontrak.

Dengan demikian, rekanan penyedia jasa harus melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya  selama 210 hari kalender. Jika ini sudah memasuki pertengahan Desember, maka hari kalender pelaksanaan pekerjaan tersebut progresnya masih belum maksimal karena belum seluruh bagian pekerjaan bangunan itu tuntas.





Misalnya, teras depan dan dinding samping kiri dan kanan gedung berlantai 3 itu pun masih terpasang perancah yang dimanfaatkan untuk memasang plapont teras/atap tempias kiri dan kanan. Begitu pula, untuk plavont bangunan lantai 3 juga masih dalam proses pemasangan, dan barang tentu masih harus membutuhkan pengecatan.

Sabtu(21/12) hari ini pelaksanaan pekerjaan masih terus berlanjut. Tapi untuk mengejar progres pekerjaan secara maksimal, rekanan tetap mengalami kesulitan. Salah satu kelompok pekerja tengah membongkar material bahan plapont dari kendaraan pengangkut, dan secara estafet dibawa naik untuk dipasang di lantai 3.

Sedangkan kondisi pekerjaan ruang depan yang juga masih acak-acakan. Sebab pekerja harus konsentrasi untuk penyelesaian bagian pekerjaan lainnya. Sehingga waktu pekerjaan akhir (finishing) pun semakin bertambah lama sehingga bisa-bisa sampai memakan waktu lebih dari satu bulan. Jika itu sampai terjadi risiko denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan harus ditanggung rekanan.

Kondisi teras bawah depan bangunan gedung Bappeda Kabupaten Pati sabtu(21/12) saat-saat menjelang berakhirnya hari kalender pelaksanaan pekerjaan.Sedang kondisi lainnya adalah lingkungan samping kanan bangun berlantai 3 itu yang juga sama sekali belum tertata meskipun di halaman depan sudah terpasang ”paving block.”(kun)
Berita Terkait
Berita Lainnya