,
28 Agustus 2019 | dibaca: 438 Kali
Listrik Mati Hidup Pelanggan PLN di Selaru Resah
noeh21


Saumlaki Skandal

Sebagian besar pelanggan PLN di Selaru sangat  resah karena adanya pemadaman listrik yang tidak mengenal waktu, baik siang maupun malam.

Kejadian itu terjadi di bulan Agustus ini menjelang HUT Kemerdekaan RI ke 74 hingga hari ini, (28/8) mati hidup listrik sewaktu-waktu masih terjadi.

Akibatnya para pelanggan mengaku dirugikan. Temuan media ini di lapangan, para pelanggan meminta "mati hidupnya" listrik di Desa Adaut dan sekitarnya agar dipublish (diberitakan), sehingga Kepala PLN KKT Tanimbar di Saumlaki dapat mengetahui kondisi di lapangan.

"Kami sangat kecewa dan resah dengan pelayanan seperti ini," 
ungkap seorang pelanggan saat Skandal berkunjung ke rumahnya. 

Terlebih, ungkap pelanggan yang tidak mau disebutkan jati dirinya, pemadaman listrik tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

"Karena tak ada pemberitahuan, kita tidak bisa antisipasi," ujarnya. 

Warga lain ikut menimpali. Akibat pemadaman "semau gue" sangat berpengaruh besar terhadap elektronik, seperti televisi, kulkas dan alat - alat elektonik lainnya.

"Jadi rusak dan hangus, karena listrik padam yang tak kenal  waktu," ujar warga lain. Padahal, para warga maupun pelanggan tadi, tidak pernah lalai  membayar biaya listrik. 

Skandal mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala kantor PLN. Namun saat ditemui, petugas kantor menyampaikan pergi ke Saumlaki. Begitupun saat Skandal meminta nomer selularnya untuk bisa dihubungi, petugas itu, sesuai arahan pimpinan tidak bisa memberikan nomer selularnya ke siapa pun.

Sebuah sumber menduga mati hidupnya listrik di Selaru bukan karena habisnya bahan bakar batubara, melainkan adanya kesalahan teknis.

"Tapi, kalau kesalahan teknis, kok jadi kebiasaan mati hidup listrik," jelas sumber sekaligus meminta kepada Bupati agar menyelesaikan .ati hidupnya listrik di Desa Adaut.
( Tan2 )
Berita Terkait
Berita Lainnya