Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia Berharap Polda Sumsel Dapat Turun Tangan
Senin, 23 Maret 2020 | Dilihat: 919 Kali
Skandal Lahat
Warga Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat dalam aksinya menuntut hak atas lahan yang dikuasai oleh PT. Arta Prigel. Namun kedatangan warga tersebut di sambut pihak PT yang di duga sudah dibekingi oleh preman untuk menghalau warga desa.
Warga meminta pada pihak PT. untuk menstop dulu status lahan yang menurut warga miliknya.
Namun di dalam aksi itu warga dihalaui oleh security perusahaan dan preman yang membekingi perusahaan serta diduga ada campur tangan aparat polisi pakai yang bersenjatakan laras panjang.
Sekitar pukul 11.30 WIB warga di lokasi dihalau oleh pihak security perusahaan, preman membekingi perusahaan dan aparat polisi pakai senjata Laras panjang. Sedang juru bicara menyampaikan mereka tidak mau mundur sebelum nanti ada pihak dari maneger perusahaan datang.
Pukul 13.00 WIB masyarakat mengusir pihak security perusahaan, preman yang diduga membekingi perusahaan dan oknum aparat polisi untuk mundur sedikit ke perbatasan yang dikonflikkan agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.
Akhirnya pukul 13.30 wib pihak security perusahaan, preman di duga membekingi perusahaan dan oknum aparat polisi mundur mengunakan mobil mereka sekitar 10 meter. Setelah lewat dari 10 meter pihak perusahaan memancing masa dengan turun dari mobil dan memanas- manasi masa.
Sekitar pukul pukul 14.00 WIB kejadian bentrok masyarakat mendatangi pihak perusahaan dan ada oknum pihak perusahaan langsung menikam dada Putra Bakti, membacok badannya. Teman korban bernama Suryadi berniat untuk menolong Putra, malah kena tikam dan kena bacok , di punggung dan dada.
Lalu ada dari pihak aparat kepolisian menembakan senjatanya ke atas, baru situasi redam.
Warga langsung menggotong korban ke Rumah Sakit Lahat , namun korban tidak tertolong lagi. Suryadi dan Putra Bakti menghembuskan nyawa.
Dalam insiden tersebut ada 2 orang warga luka dan 2 meninggal dunia..
Dua orang warga yang meninggal dunia, bernama:Suryadi (40) dan Putra Bakti (35) dan yang mengalami luka :
Sumarlin (38) dan Lion agustin (35) luka bacok di tangan
Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia Sukma Hidayat S.Pdi meminta kepada Kapolda Sumsel untuk segera turun tangan dengan membentuk tim investigasi ke lapangan mengusut tuntas kejadian ini serta menangkap pihak-pihak yang telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap 2 warga yang mempertahankan lahan untuk kehidupan mereka.
Selain itu , kiranya Kapolda dapat menangkap pihak security perusahaan.
Sukma mengharapkan pemerintah provinsi Sumatera Selatan untuk dapat mencabut izin HGU dan operasional dari perusahaan tersebut sampai kasus ini benar-benar tuntas.( dris )