,
15 Agustus 2018 | dibaca: 462 Kali
Hasanudin Lamatta: Munas IMO Indonesia Dewan Pendiri Legitimate
noeh21
                
Jakarta, Skandal

Ketua Ikatan Media Online Indonesia (IMO-Indonesia) Hasanudin Lamatta menilai  Munas  yang akan digelar Oktober mendatang sangat tepat, karena sesuai amanah  para pendiri. "Itu sah dan legitimit",  tegasnya.         

Udin, begitu panggilan akrab Hasanudin, menegaskan kepemimpinan Ketua Umum Yakub Ismail  dan Sekretaris Jenderal Nasir Umar belum sepenuhnya sesuai dengan visi dan misi IMO-Indonesia didirikan. 

"Maaf melanggar prosedur dan etika berorganisasi," jelas lelaki berkumis ini menyebut  "perintah mandat" para pendiri tertanggal 16 September 2017   belum  sesuai  harapan  dilakukan, tanpa menafikan terus melakukan penyempurnaan diabaikan. Dia memaparkan  sejumlah hal  operasional dan legalitas IMO diplintir. 

Sekadar contoh, Udin menyebut nama-nama pendiri yang tidak dimasukkan secara utuh diakte. "Buat saya aneh, kok tidak tercantum," jelasnya, menyebut 12 nama pendiri IMO yang sepakat aklamasi menjadikan Yacob dan Nasir sebagai Ketum dan Sekjen IMO.

Bahkan ada tokoh yang "berjasa" menambah prestise keberadaan IMO di pemerintah, tapi tidak tercantum.

"Buktinya nama Prof Suherman Sadi yang memfasilitasi IMO dengan Pak Wiranto. Ataupun Pengacara Sunan Kalijaga dengan kalangan istana, tidak tertera di akte," tuturnya.

"Buat saya aneh, kalau KSB bisa masuk, kok pengurus lengkap tidak masuk," jelasnya, seraya menyebut jika fair ply seyogianya tidak semuanya dimasukan ke akte. Ia menilai ini hanya menyangkut 
goodwill kebersamaan "kepemilikan" tidak ada dalam pengurus IMO di luar Dewan Pendiri         

Bukan hanya itu saja. Lelaki Bugis ini membuka aib kepengurusan di luar Dewan Pendiri yang dinilainya otoriter mendelet  pengurus DPP, pendiri dan sejumlah anggota grup WA tanpa alasan pasti.

Ia juga menilai kepengurusan IMO tidak melakukan rapat, sehingga ada dugaan menggunakan AD/ART  untuk kepentingan  pribadi tanpa terlebih dahulu disahkan dalam forum Rakernas

"Jadi poinnya untuk penyelamatan IMO, maka langkah para pendiri menggelar Munas  sangat tepat," tuturnya.

Udin memberi saran keoada  panitia Munas untuk senantiasa cermat dan demokratis  dan hindari godaan sikap belah bambu. 

"Artinya, hadirkan pak Yacub dan Nasir, serta undang ke 13 DPW yang telah pegang SK. Alasannya, selain  penuhi sarat Munas serta menjaga kualitas produk Munas, nanti  juga biar bagamana pun Yacub dan Nasir adalah saudara kita yg sudah kerja untuk kebangkitan IMO,  meski akhirnya tdk sesuai harapan kita, terkusus para dewan pengawas dan pendiri organisasi yg sama kita sayangi ini," tuturnya.(Rel)
Berita Terkait
Berita Lainnya