,
19 Juni 2019 | dibaca: 338 Kali
Alternatif Pendanaan Memble, Proyek Strategis Nasional Perkeretaapian Tak Capai Target
noeh21

Jakarta, Skandal

Gara-gara soal dana, haul Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun rel kereta api sepanjang 
1.349,7 km tahun 2015-2019  diperkirakan gagal.

Daya serap selama 5 tahun itu diperkirakan hanya 73 persen dari target, atau hanya 989, 29 kilometer dari target 1. 349,7 kilometer.


Ir Zulfikri

"Kegagalan  rencana strategis tersebut karena kurangnya kesiapan penyediaan lahan," aku Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Ir. Zulfikri. 

Selain itu  dipicu oleh terbatasnya alternatif pendanaan yang hanya mengandalkan dana Anggaran Pengeluaran  Belanja Negara (APBN).

Padahal, desain awal sepanjang 3.000 kilometer,  dananya 60 sampai 70 persen berasal dari pendanaan alternatif,  baik dari pemerintahan maupun investasi swasta. 

"Ternyata dalam perjalanan pendanaan alternatif, memang sulit," kata Zulfikri seusai rapat dengan Komisi V DPR-RI di Jakarta Pusat, 18 Juni 2019.

Dia bercerita masih belum mendapatkan pinjaman yang dapat direalisasi dalam 5 tahun ini. Padahal, dalam renstra ada 30 trayek Kereta Api Perintis yang rencananya dibangun di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

"Begitupun Reaktivasi khusus kemarin itu memang di dalamnya ada, tapi di Jawa Barat itu pendanaan alternatif dari Ditjen Perkerataapian,"' tegasnya.

Dia menjelaskan, fokusnya saat ini adalah mengejar pengerjaan target pembangunan rel kereta api tersebut hanya 980 km saja.

 Zulfikri menegaskan akan menyelesaikan double track (DT) Selatan Jawa dan beberapa Lintas Trans Sumatra sudah disiapkan.

Konsentrasinya, kereta di luar Jawa fokus berguna untuk kereta barang dengan investasi dapat melalui pendanaan alternatif dari investor di jalur-jalur KA.

Kondisi berbeda dalam rencana pembangunan rel kereta api Bandara Solo. Ada tiga BUMN yang terlibat, yaitu PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT AP 1 dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Mereka membentuk konsorsoium menyokong proyek ini.

Begitupun dana  pembangunan infrastruktur perkeretaapian tahun  2020. Nilai pagunya mencapai Rp 12,6 triliun, atau sekitar 36%  
dari Rp 41,75 triliun anggaran yang dilokasikan untuk  Kemenhub. 

Semua itu banyak menyebut dalam upaya menjadikan kereta api sebagai angkutan massal yang efisien dan murah meriah. (Is)
Berita Terkait
Berita Lainnya