Para peserta berasal dari berbagai wilayah Jabodetabekjur, dengan tujuan sejumlah daerah di Kota dan Kab. Tegal.
Sejak pagi hari, ratusan pemudik tampak memadati area keberangkatan. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja hingga keluarga, yang memanfaatkan program ini untuk pulang ke kampung halaman menjelang momentum kebersamaan.
Tingginya antusiasme peserta terlihat dari kedatangan mereka sejak malam sebelumnya. Bahkan, sejumlah peserta yang berdomisili cukup jauh seperti Depok dan Bogor memilih untuk menginap di pelataran luar Monas demi memastikan tidak tertinggal keberangkatan.
“Kami datang dari semalam karena jaraknya cukup jauh. Daripada terlambat, lebih baik menunggu di sini,” ujar salah satu peserta mudik.
Koordinator lapangan (korlap) mudik IKBT-BA, Andri Aryanto, Lina Rofiana, Moch. Hasanudin, dan Baim, mengaku bersyukur dapat turut menyukseskan kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan kebanggaannya karena dapat membawa nama IKBT-BA dalam gelaran mudik gratis tahun ini.
“Kami bersyukur bisa berpartisipasi dan membawa nama IKBT-BA dalam program mudik gratis ini. Apalagi IKBT-BA merupakan payung paguyuban masyarakat Kota dan Kabupaten Tegal,” ujar salah satu korlap.
Program mudik gratis ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat, khususnya perantau, agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.
Sementara itu, Ketua Umum IKBT-BA, Dr. Tafakurrozak dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan yang diberikan. Ia menilai, program ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga yang berada di perantauan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta. Program ini sangat bermanfaat sehingga warga bisa mudik dengan lebih mudah dan nyaman,” ujarnya.
Diharapkan, kegiatan mudik gratis ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga di kampung halaman masing-masing. (NuLi)