Tutup Menu

Yayasan Resi Kobra Bangkit, Perkuat Rehabilitasi dan Perluas Kolaborasi Penanganan Korban Narkoba

Kamis, 16 April 2026 | Dilihat: 24 Kali
    
Tabloidskandal.com – Bekasi || Setelah sempat vakum, Yayasan Resi Kobra kembali menunjukkan kiprahnya dengan menggelar rapat perdana Dewan Pengurus Pusat (DPP) dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi tonggak awal kebangkitan yayasan untuk kembali aktif menjalankan misi kemanusiaan, khususnya dalam rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba Kamis,( 16/04/2026 )

Ketua Umum DPP Yayasan Resi Kobra, Nyai Sekar Jingga, menegaskan bahwa kebangkitan organisasi ini dilandasi oleh kepedulian terhadap masih banyaknya korban narkoba yang membutuhkan perhatian serius dan pendampingan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa tinggal diam. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. Yayasan ini hadir sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, jajaran pengurus membahas arah strategis program kerja ke depan, termasuk rencana memperkuat sinergi dengan berbagai pihak seperti instansi pemerintah, kepolisian, dinas sosial, serta komunitas masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan efektivitas layanan rehabilitasi.

Sekretaris Jenderal DPP, Kang Irfan, memaparkan bahwa program kerja telah disusun secara terstruktur dengan menitikberatkan pada koordinasi lintas divisi agar pelaksanaannya lebih optimal dan tepat sasaran.

Di sisi lain, Ketua Divisi Srikandi, Bunda Lies, menyoroti pentingnya pendekatan berbasis keluarga dan peran perempuan dalam proses pemulihan. Ia menilai dukungan emosional dan sentuhan keibuan menjadi faktor penting dalam membantu korban menjalani proses rehabilitasi secara lebih humanis.

Rapat juga mendapat suntikan semangat dari Ketua DPW TTKKBI Kota Bekasi, Brian May, yang menekankan pentingnya tiga nilai utama dalam menjalankan gerakan sosial, yakni kolaborasi, sinergi, dan konsistensi.

“Tanpa konsistensi, program sebaik apa pun tidak akan memberikan dampak nyata. Kolaborasi dan sinergi harus terus dijaga agar gerakan ini bisa berkelanjutan,” tegasnya.

Sejumlah keputusan strategis pun dihasilkan dalam pertemuan tersebut, antara lain penguatan struktur organisasi, penyusunan program rehabilitasi berbasis komunitas, penjajakan kerja sama lintas sektor, serta penanaman nilai spiritual dan moral dalam setiap aktivitas yayasan.

Dengan semangat baru ini, Yayasan Resi Kobra berkomitmen menjadi wadah pemulihan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan mental, tetapi juga pada pemulihan sosial, kepercayaan diri, serta martabat para korban agar dapat kembali berdaya dan berperan aktif di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut dirangkum dalam pesan sederhana namun bermakna: “Satu langkah hari ini dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan di masa depan.”

Ditempat terpisah, Taufiq Rachman, S.H., M.H., Ketua Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, sangat mengapresiasi kebabgkitan yayasan Resi Kobra. "Langkah tersebut.  Sangat strategis. Ke depan diharapkan bisa dilakukan kolaborasi untuk kepentingan bersama.", ujar Taufiq

Sebagaimana diketahui, dunia jurnalis dan media bukanlah hal baru bagi Nyai Sekar Jingga. Dia pernah jadi bagian pengurus pusat Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI).


(Rel. MIO)
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com