,
18 Maret 2020 | dibaca: 534 Kali
Pasien  Meregang Nyawa di Tempat Parkir RSUD Jepara
noeh21


Jepara Skandal

Malang nian nasib  alami keluarga Mbah Lukita. Entah karena kemiskinan, keluarga ini kurang mendapat pelayanan optimal dari RSUD.Nyawa  warga desa mambak itu tak tertolong. Dia meregang nyawa di tempat parkir.

Akibatnya rumah sakit itu jadi nyinyiran masyarakat. Malah, korbannya tak hanya Mbah Lukito.Misal saja H.Sugima, warga Bangsri pada tahun 2012 juga jadi korban RSUD  besutan pemerintah Jepara tersebut.

Tewasnya Mbah Lukita di tempat parkir,  bermula Senin 16 Maret  2020. Pihak keluarga l mengantarkannya  ke Puskesmas Pakis Aji sekira pukul 12.15. Namun pihak Puskemas tidak bisa menjamin kondisi pasien, lalu diberi rujukan agar secepatnya di bawa ke RSUD Jepara, karena kondisi pasien  kritis. Bergegaslah ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan Pemerintah Desa Mambak.

​​​​​​

Selang 30 menit, .bah Lukita tiba di RSUD.
"Tak suruh turun dulu untuk minta gledek,"kata Abdul Rosyid. Dia masih berusaha  mendapatkan gledek. Namun lagi lagi dijawab oleh petugas RSUD tidak ada."Gledek Gledek opo wes orak ono,"kata Abdul  menirukan ucapan petugas.

Dengan terpaksa Abdul dan keluarganya menunggu Mbah Lukita yang terkulai kritis di dalam ambulan milik Pemerintah Desa Mambak.

"Saya tidak tega melihat kondisi Mbah Lukita. Salah satu cucunya memberanikan diri masuk ke dalam ruangan petugas pelayanan.meski petugas datang hanya di ulek-ulek(meraba raba) saja pada dada mbah Lukita,kemudian petugas itu bergegas pergi tanpa keterangan apapun,"ujar sopir ambulan Desa Mambak.

Rosyid menambahkan, lima menit  didatangi satpam, di data antrian sebagai syarat masuk RSUD. Ternyata dapat nomor antrian 19, disuruh daftar dulu di kantor atas saran  satpam,karena mbah Lukita belum mendapat Gledekan.

"Kami pun menunggui di dalam ambulan yang masih terparkir di UGD. Lalu kami di datangi satpam lagi dan berkata "BOLEH MENUNGGU TAPI TIDAK BOLEH PARKIR DI SINI"kata Abdul rodyid menirukan ucapan securiti.

Akhirnya mereka membawa pasien ke tempat parkir, karena keadaan kondisi Mbah Lukita memang sudah tidak mungkin untuk di turunkan dari mobil ambulan.

Menurut Abdul, sekira 2 jam  menunggu di parkiran, ternyata Mbah Lukita meninggal tanpa ada penanganan apapun dari petugas kesehatan pihak RSUD Jepara. 

"Nangis hati ini ya Allah",kata pihak keluarga almarhum dengan nada sedih di raut mukanya.

"Memang kami marah kepada pihak rumah sakit dan tak satu pun yang menjawab apalagi bertanggung jawab pada saat itu,"terangnya dengan nada kesal. Mereka berharap pembiaran RSUD Jepara itu tak terjadi di kemudian hari. "Tidak ada lagi  Mbah Lukita," tegasnya

"Kemana kami harus mengadu selain kepadamu ya Robb.,"keluh Abdul, mewakili pihak keluarga korban mengiba.

"Maaf apabila ada pihak2 yang tidak berkenan dan tidak menerima catat no hp saya 085225862220 atas nama  Abdul Rosyid. 

"Ini nomor hp saya Insya Allah on 24 jam."katanya. (Timskandal)
Berita Terkait
Berita Lainnya