Tutup Menu

Muhidin Apresiasi Ekspedisi Rupiah Berdaulat Layani 5 Pulau Terluar

Sabtu, 13 Juni 2026 | Dilihat: 12 Kali
    
‎Gubernur H. Muhidin Apresiasi Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Sebanyak Rp15 Miliar Uang Baru Layani Warga 5 Pulau Terluar Kalsel
Tabloidskandal.com - Banjarmasin-Kalsel Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut yang terus menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
‎Di dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, lambaian tangan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mengiringi deru mesin Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hiu-634 yang perlahan bergerak membelah ombak. Di atas geladak, para prajurit TNI AL dan petugas Bank Indonesia berdiri tegap, siap mengemban misi suci: mengantarkan simbol kedaulatan bangsa ke wilayah yang kerap terlupakan, pada Selasa (9/6/2026) pagi.
‎Hari itu, sebanyak Rp15 Miliar uang baru dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 resmi dilepas oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin yang merupakan sebuah kerja sama epik antara Bank Indonesia (BI) dan TNI Angkatan Laut yang berkomitmen menembus batas, menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di pelosok Kalimantan Selatan.
‎Bukan sekadar mengantar lembaran kertas bernilai nominal, ekspedisi ini adalah tentang menjaga martabat bangsa. Di wilayah-wilayah 3T, rupiah sering kali harus bertarung dengan mata uang negara tetangga. Kehadiran KRI Hiu-634 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro menjadi jaminan bahwa negara hadir, bahkan di pulau terujung sekalipun, untuk memastikan setiap jengkal tanah air bertransaksi dengan rupiah yang layak edar.
‎Suasana khidmat begitu terasa saat prosesi pelepasan. Sebelum kapal angkat jangkar, Gubernur H. Muhidin secara simbolis memasangkan rompi ERB 2026 kepada perwakilan petugas BI dan personel TNI. Rompi tersebut bukan sekadar pelindung fisik, melainkan simbol amanah besar yang harus dituntaskan di tengah samudra.
‎Tampak hadir Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muhammad Anwar Bashori; Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hiu-634, Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro; Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra; Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK; Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawa; Kabinda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan; Wakil Walikota Banjarmasin, Hj. Ananda dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah.
‎Misi ini berfokus pada pemerataan ekonomi dan kedaulatan negara dengan mendistribusikan uang rupiah layak edar dan penarikan uang tidak layak edar (clean money policy) ke berbagai wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
‎Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyampaikan bahwa pelepasan KRI Hiu yang akan mengantarkan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 ke sejumlah pulau terluar di wilayah Kalimantan Selatan.
‎Dalam ekspedisi tersebut, tim akan mengunjungi lima pulau, yakni Pulau Karasian, Pulau Karayaan, Pulau Merabatuan, Pulau Matasiri, dan Pulau Laut Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut untuk menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
‎”Program ini sangat penting karena tidak hanya mendistribusikan uang rupiah layak edar, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau,” sampai Gubernur Kalsel H. Muhidin.
‎Gubernur H. Muhidin juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kelancaran tugas para personel TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia yang terlibat dalam ekspedisi tersebut.
‎“Kita doakan bersama agar seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lancar, selamat sampai tujuan, serta kembali dengan selamat. Semoga segala persiapan yang telah dilaku 
 
(Sumber biro advim Kalsel)
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com