,
08 Mei 2021 | dibaca: 126 Kali
Ketua Umum Laskar Melayu Hang Tuah Apresiasi Polda Sumut
Minta Hukum Berat Pelaku Alat Swab Anti Gen Bekas
noeh21
Medan – tabloidskandal.com
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Laskar Melayu Hang Tuah mendesak Poldasu untuk mengusut tuntas praktik pemeriksaan rapid antigen yang diduga menggunakan alat swab bekas pakai di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Dan agar pelaku dijatuhi hukum berat karena mempertaruhkan nyawa masyarakat.
 
DPP Laskar Melayu hang tuah merespon positif penggerebekan yang dilakukan Dirkrimsus Poldasu di Laboratorium Rapid Antigen Kimia farma lantai M Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Selasa 27 April 2021 pukul 15.45 WIB.
 
Dalam penggerebekan itu, petugas mendapati barang bukti ratusan alat yang dipakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel (ternyata) yang diduga bekas pakai dan telah didaur ulang.
 
Terhadap hal ini, Ketua Umum DPP Laskar Melayu Hang Tuah Datuk Chairul, ST, M.Si mengaku kaget dengan praktik pemeriksaan dengan alat yang tidak steril pada calon penumpang pesawat terbang yang berangkat dari Bandara Kualanamu.
 
 
"Selain tidak memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, alat yang berulang-ulang dipakai dari satu orang ke orang lain, sangat memungkinkan terjadinya penyebaran virus.” Ucap Datuk Chairul.
 
Pihaknya tidak habis pikir mengapa orang-orang yang bertugas di Laboratorium Rapid Antigen Kualanamu terlalu berani memeriksa pasien dengan alat yang tidak steril.
 
"Kalau terbukti bersalah, kita minta pelakunya dihukum berat karena ini menyangkut nyawa masyarakat.” Ucapnya. 
 
Terlebih lagi pemeriksaan rapid antigen dilakukan di kawasan yang potensi penularannya cukup tinggi.
 
"Ada ratusan bahkan ribuan penumpang yang mungkin diperiksa setiap hari, dan bila ada unsur kesengajaan, sulit membayangkan apa yang terjadi. Bisa-bisa semua penumpang terpapar Covid-19.” katanya.
 
Dijelaskan, pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan apakah calon penumpang terpapar Covid-19 atau tidak tentu ditempuh berdasarkan pertimbangan medis yang ketat.
 
"kemudian, tim medis harus menggunakan pakaian steril, apalagi alat yang digunakan harus bebas kuman.” katanya.
 
Dia mengaku sangat terkejut menerima informasi pasca penggerebekan oleh Poldasu di Laboratorium Rapid Antigen Kimia Kualanamu bahwa untuk pengambilan sampel yang dimasukkan ke dalam hidung dicuci dan dibersihkan kembali setelah digunakan. 
 
Alat itu lalu dimasukkan ke dalam bungkus kemasan untuk digunakan dan dipakai untuk pemeriksaan orang berikutnya.
 
"Saya tidak bisa membayangkan kalau pada alat tersebut sudah menempel kuman meski sudah dicuci, dan digunakan lagi pada pasien berikutnya.” katanya.
 
Terhadap hal ini, kami DPP Laskar Melayu Hang Tuah selaku putra daerah dengan tegas meminta Poldasu mengusut tuntas praktik yang menyalahi dunia medis itu. "Periksa sampai tuntas, dan sudah berapa banyak calon penumpang yang sudah diperiksa di lab tersebut.” ujar Datuk Chairul
 
Pihaknya mendukung dan mendorong Kapoldasu Irjen Pol RZ. Panca Simanjuntak bersama jajarannya menuntaskan hingga ke pegadilan dan pemberlakuan hukuman berat, karena ini menyangkut nyawa masyarakat, termasuk juga bila perlu memeriksa pihak manajemen pengelola bandara international kuala dan juga meminta pemerintah provinsi sumut untuk mengkontrol dan memonitor dengan baik setiap rumah sakit yang ada, sehingga kejadian yang sama seperti di kuala namun tidak terjadi lagi kata Datuk Chairul
 
Berita Terkait
Berita Lainnya