,
06 Mei 2021 | dibaca: 39 Kali
Masa Pandemi, Pj Gubernur Sarankan Silaturahmi Memanfaatkan Teknologi
noeh21
Banjarmasin – tabloidskandal.com
Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) siap menggelar Operasi Ketupat Intan 2021 yang mulai dilaksanakan mulai 6 – 17 Mei 2021. Gelar Pasukan dilaksanakan, Rabu (05/05/21) di halaman Mapolda Kalsel dipimpin Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, didampingi Kapolda Irjen Pol Rikwanto dan Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.
 
Safrizal dalam arahannya mengatakan, secara nasional, mudik lebaran ditiadakan mulai 6 Mei 2021 dan masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri atau memaksa petugas melakukan tindakan tidak perlu. 
 
Menurutnya silaturahmi dapat dilakukan dengan cara lain misalnya dengan memanfaatkan teknologi melalui jaringan internet seperti video call atau lewat aplikasi sosial media lainnya. Hal ini semata-mata menjaga agar penyebaran Covid 19 tidak meluas saat momen lebaran.
 
“Jangan memaksa petugas di lapangan melakukan aktivitas yang tidak perlu,” pesannya.
 
Pembatasan perjalanan mudik sesuai Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.
 
Melalui surat edaran ini, pemerintah melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran demi mencegah penularan virus corona Covid-19.
 
Larangan ini diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara. Safrizal juga menyebut, akan ada titik titik penyekatan yakni penyekatan antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang mengharuskan persyaratan tertentu untuk melewatinya.
 
Misalnya menunjukkan surat perjalanan dan hasil tes antigen, PCR yang disediakan pemerintah daerah. Begitu juga pelaksanaan ibadah Idul Fitri, pengelola tempat ibadah diminta menerapkan protokol kesehatan, jamaah wajib pakai masker. 
 
Tempat keramaian juga akan diawasi agar tak ada kerumunan massa. Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalsel, Rikwanto menyebut, pihaknya menyiapkan 1500 personil gabungan TNI Polri dan petugas instansi terkait untuk mengantisipasi apa pun yang timbul saat pelaksaanaan operasi ketupat intan 2021 ini. 
 
“Operasi Ketupat Intan bertujuan menciptakan suasana kondusif, aman dan tertib pada Ramadhan hingga Idul Fitri 1442/Hijriah di masa pandemi Covid-19,” kata Rikwanto.
 
Kapolda juga menyatakan siap dalam penanganan gangguan keamanan, gangguan lain seperti kebakaran dan bagaimana mencegah penyebaran Covid-19.
 
“Saya berharap masyarakat berpartisipasi. Petugasnya siap, masyarakatnya juga care terhadap kesehatan. sehingga kita aman melalui Idul Fitri ini,” ujarnya sembari menyebut, masalah keamanan saat ini di Kalsel dalam situasi kondusif.
 
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, rapid test antigen sudah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel masing-masing 5.000 dosis. Jika tes antigen itu masih kurang, lanjut Muslim, Pemprov Kalsel bisa memberikan tambahan sesuai kebutuhan.
 
“Nanti kita lihat keterpakaiaannya, kita juga minta laporan (stok,red),” ujar Muslim.
Tindak lanjutnya jika ditemukan masyarakat terpapar covid-19, akan dikarantina dengan biaya sendiri.
(Sal/Adpim)
Berita Terkait
Berita Lainnya