Tutup Menu

Ketua AMTB Sayangkan Arogansi Mantan Kades Buleleng Saat Ricuh Sosialisasi AMDAL PSN NEIME

Senin, 08 Desember 2025 | Dilihat: 289 Kali
Ttampak kekacauan saat protes yang dilayangkan salah satu warga desa Torete diruang Aula kantor Kecamatan Bungku Pesisir, Sabtu 6 Desember 2025. (Doc. Istimewa)
    
Tabloidskandal.com – Sulteng || Ketua Asosiasi Masyarakat Torete Bersatu (AMTB) menyayangkan atas sikap arogansi Mantan Kades Buleleng Basri Zakaria dalam forum terbuka sosialisasi AMDAL PT. MIS yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Bungku Pesisir Desa Lafeu, Sabtu 6 Desember 2025.

Arlan menyebutkan, penolakan yang dilakukannya merupakan bentuk protes terhadap polemik yang belum terselesaikan hingga saat ini.Menurutnya sosialisasi tersebut tidak memenuhi syarat sebab tidak dihadiri oleh unsur pemerintah kabupaten.

 " Sosialisasi itu tidak sah dan tidak di hadiri dari unsur pemda Setempat, saya mewakili ratusan warga torete, ini menjadi hak setiap warga dalam menyampaikan pendapat, kenapa melakukan sosialisasi sedangkan masalah belum terselesaikan, malah pak mantan Kades Buleleng menghampiri saya dan memukul tangan saya saat melakukan video dalam forum tersebut, " Ujar arlan kepada awak media sambil menunjukan video amatir yang dimilikinya. (7/12).

Lebih jauh arlan menggambarkan, bentuk protes ini sudah dilakukan sejak tanggal 17 November dengan melakukan unjukrasa di kantor gubernur sulteng , serta Komnas HAM dan Polda Sulteng, aksi ini dilakukannya bersama Himpunan mahasiswa dikota palu.

" Protes kami bukan hanya kali ini saja, saya sudah demo di provinsi tanggal 17 November, demo di kabupaten tanggal 4 Desember, dan pihak pemda sudah menyatakan akan berkoordinasi agar rapat sosialisasi diundur waktunya, kok malah buat forum tanpa unsur pemda, ini sangat melanggar aturan, " Ungkap arlan pula.

Menurut arlan juga keberadaan PSN NEIME di atas konsesi Area IUP PT TAS dan PT MIS, banyak menyumbang persoalan dan belum terselesaikan hingga saat ini, mulai dari persoalan mangrove dan konflik sosial didesa torete , serta Kriminalisasi yang dirasakannya atas laporan salah satu warga Desa Buleleng yang juga pihak Humas PT TAS site Desa Buleleng Sukardin Panaing.

" Sebagai Ketua AMTB mewakili 350 warga desa, saya terus dikriminalisasi atas protes protes yang kami lakukan, kejahatan pihak perangkat desa torete sendiri sudah berbulan bulan belum ada gelar perkara, konflik areal APL di batas kedua desa torete dan Buleleng belum terselesaikan malah sudah melakukan sosialisasi AMDAL, ini terkesan dipaksakan, ada apa dengan PT TAS, terlalu terburu buru hingga melakukan segala macam cara, " Ujar Arlan pula.

Diketahui PT. PT Morowali Industri Sejahtera (MIS) menggelar Konsultasi Publik atau Sosialisasi Amdal dengan mengundang Enam Desa dikecamatan Bungku Pesisir, desa tersebut diantaranya Desa Buleleng, Desa Torete, Desa Laroenai, Desa Lafeu, Desa Onete Dan Desa Tandaoleo, untuk desa Torete sendiri hanya dihadiri 10 warga perwakilan dari unsur perangkat desa.

Adapun sosialisasi ini dilaksanakan di Aula gedung kantor kecamatan Bungku Pesisir, guna menyampaikan adanya rencana kegiatan Pengembangan kawasan Industri PT Morowali Industri Sejahtera yang terletak di Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawes Tengah.
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com