,
25 Juli 2019 | dibaca: 541 Kali
Kampus STIEBI Anugerai Menristekdikti  Pangeran Meraje Pandu Winata
noeh21
Menteri bersama Walikota Lubuklinggau meletakan batu pertama

Lubuklinggau, Skandal

 Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI) Prof. Mohamad Nasir, Ph,D, AK mendapat gelar kehormatan dari Lembaga Penasehat Adat Kota Lubuklinggau yang diserahkan langsung Ketua H Abu Nawas.





Pemberian dilaksanakan saat peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis (STIEBI) Prana Putra, Kamis (25/7) di Jalan Sriwijaya Lingkar Utara Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Gelar tersebut adalah Pangeran Meraje Pandu Winata, yang artinya  pemimpin teladan dan penata ilmu pendidikan.

Kampus yang merupakan milik Walikota H SN Prana Putra Sohe ini, dibangun di atas lahan 2,5 Ha. Hadir pula Wawako H Sulaiman Kohar, Ketua DPRD H Rodi Wijaya, Sekda HA Rahman Sani, Bupati Rejang Lebong HA Hijazi dan Wabup RL MH Iqbal, Ketua PKB Raden Syahlendra, Ketua Perempuan Bangsa PKB Hj Luluk, Ketua STIEBI HA Baidjuri Asir, Ketua Perempuan Bangsa Lubuklinggau Elva dan undangan lainnya.

Mengiringi Menristekdikti Sesdirjen Lembaga Ristekdikti Agus Indarto, Ketua Dikti Sumbagsel Prof. Dr. Slamet Widodo, Wakil Rektor Unsri Prof. Zainudin Nawawi.

Walikota menyampaikan Kota Lubuklinggau tidak mengandalkan perkebunan dan pertambangan, makanya Lubuklinggau sebagai Kota Metropolis Madani diisi dengan pembangunan manusia dengan kampus STIEBI. Membangun daya saing segala bidang karena diapit empat daerah.

“STIEBI menjadi daya saing didunia pendidikan menciptakan SDM yang unggul dan siap,” paparnya.

Ketua STIEBI HA Baidjuri Asir, selama ini pelajar di Lubuklinggau dan sekitarnya karena minimnya perguruan tinggi beralih ke Palembang. Sejalan ditetapkannya otonomi daerah, juga diberi otoritas pendidikan, maka perlu didukung fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang baru.

“Perguruan tinggi yang baru mendorong meningkatkan kualitas alumni pendidikan dan minat orangtua mempercayakan pendidikan. Yayasan Prana Putra Sohe akhirnya membangun STIEBI Prana Putra di atas lahan 2,5 Ha agar mampu melahirkan alumni yang berkualitas,”paparnya.

Segara akan dibangun kampus 1 ha, 1 ha untuk kebun dan 0,5 ha untuk penyulingan dan sebagai agrowisata sehingga menjadi penghasilan tersendiri bagi managemen kampus.

“Siap didahulukan membangun masjid sesuai perjalanan Rasulullah akan kami beri nama Masjid Al Nasir. Dengan motto Kreatif, Inovatif dan Kompetitif. Menjadi perguruan tinggi yang terkemuka memiliki keunggulan kompetitif bidang manajemen dan bisnis berorientasi global dan berkarakter enterpreneurship,” ungkapnya.

Kuliah akan dilaksanakan pada Oktober nanti di kampus sementara STIEBI Prana Putra di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I dengan dua prodi yakni Manajemen dan Bisnis.

Hadir dalam acara ini dan menurut Menristekdikti RI Prof HM Mohamad Nasir mengaku bangga dengan sambutan masyarakat Lubuklinggau, bahkan dia diberi gelar adat Pangeran Meraje Pandu Winata.

“Selamat kepada STIEBI Praba Putra ini. Mendirikan sekolah itu mudah, tapi bagaimana menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, itu yang jadi tantangan. Ini yang harus kita letakkan pada pendidikan kita yang berkualitas, kompetitif berdaya saing. Kalau tidak akan terjadi alumni pengangguran yang terselebung,” jelasnya.

Jadi, menurut menteri, harus dilihat dari sisi pasarnya, pasar kerjanya. Indonesia juga sudah terkenal dengan Unicorn-nya, pada tahun 2018.





"Saya tanyakan pada Gojek berapa omsetnya? Rupanya sampai setengah triliun. Total omsetnya  550 juta dollar Amerika. Padahal dia tidak ada warung. Usianya 34 tahun waktu itu,” urainya.

Kalau dikembangkan pada pendidikan tinggi, menjadi sangat penting bagi mencetak generasi yang disiapkan untuk terjun ke dunia tersebut, cyber sistem mengintegrasi antata fisik dan informasi. Sehingga yang namanya manajemen, itu management digital.

“Ini tantangan kita bersama, maka presiden mendorong peningkatan kualitas SDM. 4.279 perguruan tinggi dengan 8 juta mahasiswa, karena yang jadi pertanyaan mana saja yang bersaing dunia, hanya ada dua yang masuk 500 kampus dunia. Ini yang sangat segera didorong. Karena untuk maju ada kolaborasi dan kerjasama akhirnya.(ed)
Berita Terkait
Berita Lainnya