,
05 Maret 2019 | dibaca: 170 Kali
Dibuka Kemeninfo, PWOIN Gelar Kongres I
noeh21


Jakarta Skandal

Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) akan menggelar Kongres 1 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, siang ini, 5/3.





​Kongres yang rencananya akan dibuka oleh Kementerian Informasi dan Teknologi (Kemeninfo) Ir Rudiantara maupun yang mewakilinya, diikuti sekitar 100 peserta dari 25 PWO Tingkat Provinsi dan Kota.

"Mudah-mudahan pak Menteri yang datang," ujar Metua Umum Feri Rusdiono berharap.

Menurut dia, kongres pertama ini sangat penting menunjukan eksitensi PWOIN di masa mendatang, khususnya menyangkut program kerja yang akan dirumuskan oleh seluruh anggota.

Dengan tema Mentaati dan Menjungjung Kode Etik Jurnalistik, PWOIN Siap Merawat Kebhinekaan dan Menggerus Hoax, kongres ini diharapkan dapat mengembalikan jati diri jurnalis sebagai alat kontrol pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan. 

"Jadi, seorang jurnalis PWOIN dapat memberikan informasi pencapaian pemerintah, tanpa menghilangkan alat kontrolnya," jelas Feri, anak muda berdarah Gorontalo, Sulawesi Utara ini.


​​​​​​

Namun, Feri mengingatkan, kritik yang disampaikan harus konstruktif sesuai aturan main Kode Etik Jurnalistik. "Tidak asal kritik saja, apalagi terkesan tendesius," ujarnya, seraya menyebut soal Kode Etik Jurnalistik menjadi "gawean" PWOIN ke depan untuk disosialisasikan dalam bentuk pelatihan yang murah meriah.

"Saya yakin, jika Kode Etik Jurnalistik jadi pedoman, Insya Allah kriminalisasi terhadap jurnalis dapat dielemenir," tutur Feri. 

Dia juga menyakini, kriminalisasi terhadap jurnalis berawal dari ketidakpuasan seseorang pada sebuah berita.

 "Macamlah penyebabnya. Tidak berimbang, tendesius, tidak mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan sebagainya. Eh, sudah gitu, ada aturan regulasi Dewan Pers yang tidak terpenuhi, lengkaplah jeratan UTE," ujarnya tertawa.

Semua itu, menurut dia, menjadi "pekerjaan rumah" PWOIN untuk dielemir, sehingga tidak ada lagi anggota PWOIN yang tersangkut delik pers  pendekatan di luar hak jawab.

Feri sejak PWOIN digulirkan merupakan Ketua Umum ketiga, menyusul Marnala Manurung dan Ade Novit. Dia terpilih Januari 2019 sebagai Ketum dengan tugas menyelenggarakan Kongres pertama di Maret ini.




"Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan, Kongres ini dapat terlaksana," jelas Feri, menyebut Dewan Penasehat Laksamana Tedjo Edhi, Taufiq Rahman dan Ketum LAI Djoni Lubis yang terus memotivasi hingga kongres I PWOIN dapat terlaksana.

"Mudah-mudahan semua berjalan lancar," ujarnya berkalu-kali.(ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya