,
12 Juli 2019 | dibaca: 343 Kali
Dampak Ekonomi Reaktivasi Jalur Kereta Api Di Jateng dan Yogya Dikaji
noeh21
Danto Restyanto


Jakarta, Semarang

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan tak pernah surut dalam membangun jalur - jalur baru kereta api.

Bahkan, upaya tersebut merambah menghidupkan kembali (reaktivasi) jalur-jalur yang telah mati atau ditutup.

Salah satunya reaktivasi jalur kereta api ( KA ) di Jawa Tengah dan DIY. Padahal dua provinsi itu pembangunan rel kereta api giat-giatnya dilakukan.


Rusbandi, Ketua 1 HIKKAPI

Hanya saja, reaktivasi ini dilakukan lewat pengembangan perkeretaapian regional melalui aglomerasi di Joglosemar, yaitu Yogya- Solo - Semarang dan Kedungsepur, Kendal - Demak - Ungaran - Semarang Purwodadi.

Bahkan, menurut Direktur Lalu Lintas Angkutan Kereta Api Kemenhub, Danto Restyanto, reaktivasi itu menyasar jalur Semarang - Demak - Kudus - Pati - Juwana - Rembang - Lasem -Jatiroto - Bojonegoro, termasuk jalur lintas Kedungjati - Ambarawa.

"Kami juga akan menyasar reaktivasi jalur Semarang-Demak-Kudus-Pati-Juwana-Rembang-Lasem-Jatiroto-Bojonegoro, termasuk juga jalur lintas Kedungjati-Ambarawa," katanya di Solo, Kamis (11/7).

"Kami akan terlebih dahulu memastikan seberapa besar dampak reaktivasi tersebut terhadap ekonomi setempat. Apakah nanti hanya akan dimanfaatkan untuk angkutan barang atau juga untuk transportasi masyarakat," katanya.

Sesuai data saat ini, jumlah jalur kereta api aktif di Jawa Tengah mencapai 874,44 km, sedangkan jalur kereta api yang tidak aktif panjangnya 733,9 km. 

"Melihat panjangnya jalur yang hampir sama antara jalur aktif dengan yang tidak aktif ini pemerintah berencana melakukan reaktivasi," katanya.

Pakar Transportasi Universitas Katolik (Unika) Sugijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan rencana reaktivasi sudah digaungkan sejak lama. 

"Khusus di Soloraya mungkin reaktivasi jalur kereta tidak diperlukan untuk semua jalur. Pemerintah bisa mengoptimalkan jalur yang ada saat ini dan meningkatkan pelayanan transportasi dengan armada bus," katanya                             
Sementara itu Ketua I Himpunan Kontraktor Perkeretaapian Indonesia (Hikkapi) Rusbandi yang ditemui di Jogya Jum'at (12/7) sangat mengapresiasi kajian yang sedang dilaksanakan pemerintah tersebut.   

"Sebagai bagian dari pemangku kepentingan perkeretaapian, Hikkapi sangat mengaapresiasi," tandasnya. 
                   
Subandi yang membidangi Prasarana dan Sarana kembali menegaskan bahwa jika diberi kesempatkan dan kepercayaaan, Hikkapi akan selalu memgedepankan semboyan tepat waktu, baik dan berkwalitas (yusril)
Berita Terkait
Berita Lainnya