,
22 Oktober 2019 | dibaca: 34 Kali
Apel Peringatan HSN 2019 Di Pimpin Langsung Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi
noeh21

Jepara, Skandal

Apel Hari Santri Nasional (HSN) diikuti lebih dari 2.500 santri dari 100 pondok pesantren (ponpes) se-Kabupaten Jepara, pada Selasa (22/10/2019) di Lapangan Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang. Usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars HSN, ribuan santri membacakan ikrar secara serempak.

Dian Kristiandi Plt. Bupati Jepara didaulat menjadi inspektur apel peringatan HSN 2019. Selain Andi sapaan Dian Kristiandi, tampak hadir pula perwakilan Forkopimda Jepara, sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Jepara, dan PCNU Kabupaten Jepara.

Disela-sela apel, Andi diberi kesempatan menyerahkan tiga buah pataka kepada para tokoh. Diawali Pataka Merah Putih diberikannya kepada perwakilan Dandim 0719/Jepara. Lalu, Pataka HSN kepada yang mewakili Kapolres Jepara, dan Pataka NU diserahkan Plt. Bupati Jepara kepada Rais Syuriah PCNU Jepara K.H. Ubaidillah Nur Umar. Tiga pataka tersebut lantas ditempatkan secara berdiri sejajar dengan podium.

Dalam pidatonya, Andi menyampaikan bahwa pesantren adalah pusat pendidikan, keagamaan, dan kebangsaan (center of excellent). Ia optimis para santri dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keberagamaan dan kebangsaan.

“Karenanya, pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian, dengan menjadi tempat menyemai ajaran islam ‘rahmatan lil ‘alamin’. Karena selain pembentukan dasar agama, juga tercetusnya resolusi jihad tahun 1945,” ujar Plt. Bupati Jepara.

Meski puluhan pelajar dan santri pingsan akibat kelelahan, apel dapat berjalan lancar. Selain apel, perayaan HSN juga diramaikan dengan pertunjukan tari, dan atraksi pencak silat. Tak hanya melakukan apel, pelajar santri warga Nahdatul Ulama (nahdliyin/NU) dan ratusan Banser bahkan turun ke jalan. Meski terik matahari menyengat pada saat itu, dengan berjalan kaki mereka melakukan kirab bendera merah putih sepanjang 1,5 kilometer. Mereka berharap bisa meneruskan cita-cita para kiai dan santri terdahulu.

Seperti yang diketahui, pemerintah menetapkan HSN sejak empat tahun lalu (2015). Hari santri diperingati untuk mengingat jasa para kiai dan santri, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. (Rif'an.M)
Berita Terkait
Berita Lainnya