,
12 Juli 2020 | dibaca: 110 Kali
Warga Tanjung Pinggir,Tewas Terseret  Luapan Air
noeh21

 
Pematangsiantar,Skandal.

Insiden pria pengendara sepeda motor Yamaha Mio, Martin Purba, terjatuh ke sungai akibat terseret arus air yang meluap ke atas jembatan di Jalan Tinggir Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba, pada Sabtu (11/7/20) malam.

Keesokan hari, yakni pada Minggu (12/7/20) pagi, Martin Purba ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kolong jembatan Sungai Sosopan Kelurahan Tanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba.

Mayat pria 48 tahun ini, warga Jalan Tinggir itu pertama kali ditemukan seorang anak 11 tahun warga Jalan Medan KM 7 Gang SD Inpres Kelurahan Tanjung Tongah, yang hendak memancing ke sungai tersebut. Melihat temuan, anak itu lari dan memberitahukannya kepada warga sekitarnya, yaitu Abdi Negara Sinaga (41), yang kemudian melaporkan temuan itu kepada Polisi.

Saat mendapat laporan itu, pihak Polsek Siantar Martoba langsung terjun ke lokasi temuan jenazah tersebut. Jenazah korban dievakuasi ke ruang Instalasi Kedokteran Forensi dan Medikolegal RSUD dr Dajasamen Saragih untuk dilakukan visum. Pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi hanya dengan membuat surat pernyataan.

Seperti disampaikan Kapolsek Siantar Martoba, Iptu Amir Mahmud melalui Kanit Reskrim, Aiptu Tumpak H Simamarta, ketika dikonfirmasi awak media seputar perihal penemuan jenazah. “Iya mengatakan semalam korban terjatuh ke sungai akibat terseret arus luapan air di jembatan jalan tanjung pinggir, tadi pagi sekitar pukul 8 ditemukan anak-anak yang mau memancing,” kata Tumpak yang ditemui di ruang instalasasi RSUD.

Lanjut Tumpak menyebutkan sepeda motor Yamaha Mio warna biru yang dikendarai korban saat melintasi luapan air belum ditemukan. Atas jenazah korban, kata Tumpak, pihak keluarga sudah menandatangani surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi. “Jadi jenazah korban hanya di visum luar,” katanya.

Belum ditemukannya sepeda motor yang dikendarai korban, dibenarkan abang kandung korban yakni Nobel Purba yang ditemui di ruang instalasi RSUD. “dia pinjamnya keretaku itu, waktu itu masih gerimis. Katanya, malamnya dia menerobos air yang meluap ke atas jembatan itu. Tadi pagi dia ditemukan, tapi keretanya tidak ada” tandasnya.

Kata Nobel, kegiatan sehari-hari adiknya tersebut adalah mengumpulkan barang bekas atau marbotot. Adiknya menikah Boru Simarmata, namun mereka belum dikaruniai anak. “Biasanya dia bawa betor untuk mencari botot, tapi malam itu keretaku yang dipinjamnya, katanya, sudah pernah kejadian seperti dilu disitu, keretanya diseret arus, orangnya meninggal juga,” ucapnya. 

Reporter.                     :Monawelta
Kabiro Sumut.            :Ansary Nst
Berita Terkait
Berita Lainnya