,
05 Juni 2020 | dibaca: 235 Kali
Warga Minta Turunkan Kades Karena Tidak Transparan BLT.
noeh21


Skandal Muba

Mendapatkan kabar bahwa ratusan warga desa Talang Piase Kecamatan Lawang Wetan kabupaten Muba akan ke Pemkab Muba di Sekayu  Jumat (05/06/20) untuk meminta kadesnya turun jabatan kades, permasalahan ketidak transparan BLT DD Covid 19 tahun 2020 dan pembagiannya tidak sesuai dengan  kuota.

Kadis Pemerdayaan Masyarakat Desa ( PMD) Kabupaten Muba Rhicard Chahyadi AP.MSi  Langsung dari sekayu menuju desa Talang Piase untuk menemui warga.





Setibanya Rhicard di desa Talang Piase warga langsung mementangkan spansuk bertuliskan TURUNKAN KADES sepansuk itu di bentang di depan mobil Kadis PMD., menanggapi hal tersebut Rhicard langsung turun dari mobil menemui warga dan menerima apa yang di sampaikan oleh warga talang piase.

Kepala Dinas PMD Muba, Richard Chahyadi  di lapangan  mengatakan kepada warga bahwa beberapa Desa yang bermasalah BLT DD saat ini masih dalam proses. termasuk pemasalahan BLT DD desa piase ini.

Beberapa desa yang bermasalah dengan BLT DD 2020 sekarang masih dalam proses dari pihak pihak terkait, baik itu Insfektorat atau Tipikor Polres Muba. Dinas PMD Muba  kelapangan untuk mengkroscek mulai dari prosedur sampai proses yang berhak menerima apakah ada pemotongan atau tidak sesuai dengan SK hasil musyawarah khusus desa," ujarnya.

Selanjutnya Richard pun mengatakan, jika terbukti sanksi tegas bakalan di layangkan kepada Pemerintah Desa atau Kades sesuai kesalahannya. 

"Jika nanti ditemukan gejala gejala tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan tentang pembagian BLT DD, maka kita akan beri sangsi tegas kepada Pemerintah Desa atau Kepala Desa sesuai kesalahan yang dilakukan. Kami PMD selalu berkoordinasi dgn instansi - instansi terkait. 

Hasil lapiran yang di dapat awak media dari masyarakat bahwa di ketahuinya penerimah BLT sewaktu sekda turun menyerahkan secara simbolis kepada penerima BLT, dan dari laporan itu desa ini mendapatkan BLT ada 144 KK.

Sedangkan yang dibagikan ke penerimah BLT bekisaran 107 KK, sore nya warga mengamuk mempertanyakan kepada kades data- data penerima, tapi kades tidak dapat menunjukan nya, namun ke keesokan harinya warga yang mempertanyakan itu langsung di berikan BLT sebesar Rp 1.200.000, sebanyak 12 KK/ orang. dan di duga ada pemalsuan tanda tangan anggota BPD, namun hal ini di bantah kades , tapi kades tidak dapat memberikan bukti, sedangkan BPD yang di palsukan tanda tangan tidak perna di ajak rapat dan memberikan tanda tangan ,seperti apa yang diberikan laporan kades ke PMD.

Masyarakat Desa Palang Piase sangat berharap sekali pada bapak Bupati agar Kades desa ini dicopot, di samping itu kades ini suka arogan.
Berita Terkait
Berita Lainnya