,
30 Juni 2020 | dibaca: 318 Kali
Warga Keluhkan Limbah Pabrik, Komisi 3 Ancam Tutup Sementara Pabrik PT BPK
noeh21

Kubu Raya, Skandal

Masyarakat Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, keluhkan limbah pabrik pengolahan Sawit PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK) yang dibuang sekitar pabrik dan mengakibatkan debu serta Air yang mencemari lingkungan disekitar pabrik.

Hal itu, menjadi perhatian salah satu anggota DPRD Kabupatn Kubu Raya Komisi 3, Yoga Irawan, merupakan Legislatif Dapil Sungai Ambawang dan Kecamatan Kuala Mandor B, kemudian menindaklanjuti dan mendatangi pabrik pengolahan Sawit PT BPK itu.





“Berdasarkan keluhan warga setempat, saya bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kubu Raya, mendatangi dan lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), menindak lanjuti keluhan Warga,” terang Yoga.

Hasil sidak tersebut, Yoga Irawan melihat ada beberapa kejanggalan dalam pengolahan limbah dari PT BPK yang memiliki kolam pengolahan, tetapi terlihat dibuat asal-asalan dan tidak sesuai standar Amdal.

“Hal itu diakui sendiri oleh pihak Perusahaan dan Badan Lingkungan Hidup sehingga limbah yang dihasilkan dari pengolahan sawit diduga mencemari lingkungan masyarakat setempat,” katanya.
 
Yoga mengatakan, dari pandangan mata, terlihat debu pengolahan pabrik Sawit itu, menyebar dilingkungan masyarakat yang bisa saja menyebabkan efek negatif kepada masyarakat yang bermukim di sekitar Pabrik.

“Saya berharap, PT BPK memperhatikan syarat dan ketentuan Amdal yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Lingkungan Hidup dan juga memperhatikan dampak dari limbah hasil pengolahan Pabrik PT BPK,” ujarnya.

Lanjut ia, jangan hanya mengelola hasilnya, tanpa melihat dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.

“Pihak pemerintah dalam hal itu, BLH harus mengawasi serta menguji secara berkala Amdal di Perusahaan itu,” sambungnya.

“Jika menyalahi, kami Komisi 3 merekomendasikan untuk menutup sementara Pabrik ini,” tegas Yoga.

Yoga menjelaskan, Komisi 3 masih menunggu hasil Laboratorium Limbah dari Pabrik PT BPK.

“Dari Uji Laboraorium itu akan nampak sebesar apa kandungan limbah itu dan seberapa bahayanya buat masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

“Kami Komisi 3 setelah melihat kondisi sekitar Pabrik PT BPK dan mendengar keluhan masyarakat akan segera membentuk pansus terkait PT BPK ini,” sambungnya.(*)
Berita Terkait
Berita Lainnya