Tutup Menu

Warga  Simalungun Tolak Diisolasi 

Selasa, 07 Juli 2020 | Dilihat: 590 Kali
    



Simalungun,,Skandal

Lebih Ratusan warga Nagori (Desa-red) Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun,Sumatra Utara melakukan aksi unjuk rasa damai di RSUD Perdagangan, Senin (6/7/2020) guna memprotes Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Simalungun dan mempertanyakan kejelasan nasib 17 orang temannya yang sudah sebulan diisolasi di RSUD Perdagangan, Kabupaten Simalungun.namun warga menerima kabar bahwa temannya yang diisolasi dalam keadaan sehat-sehat aja.

Namun sepertinya hal ini, terkuaknya penanganan pasien positif Covid-19 di Simalungun. Dari penuturan beberapa warga yang baru dipulangkan tersebut, Yono dan Iwan yang menjelaskan bahwa selama diisolasi, mereka tidak mendapatkan perawatan khusus, bahkan dikatakannya bahwa keadaan kesehatannya selalu normal.

“Sewaktu kami diisolasi,tidak ada perawatan khusus yang kami terima, dan kesehatan kami di sana stabil, setiap hari kami dikasih dua butir vitamin C saja, seharusnya bila warga dibawa ke rumah sakit sudah melebihi 14 hari dipulangkan,” sebutnya  keduanya.

Akibat isolasi tersebut, saat ini banyak anak-anak yang terlantar akibat orang tuanya di isolasi. Sementara menurut warga, mereka hanya diberikan beras lima kilo gram saja oleh pemerintah pada keluarga yang ditinggalkan. kebutuhan yang lain tidak diberikan, Bahkan banyak anak-anak yang tidak bisa mendafar sekolah akibat orangtuanya diisolasi. 

Menurut warga, ada 13 orang lagi yang masih diisolasi di RSUD Perdagangan dan 22 orang di RS Batu 20 dan semuanya dalam keadaan sehat walafiat.

“Warga yang diisolasi semuanya keadaan sehat pak, kalau tak percaya, sama-sama kita Videocall,” katanya sembari menghubungi pasien yang diisolasi, Rianto SE.

Dalam videocall, terlihat Rianto SE sangat sehat saat berbicara, sembari mengatakan ingin pulang saja.

Sebelumnya Nagori Tanjung Hataran masuk daerah klaster paparan Covid-19 dengan jumlah pasien terbanyak di Kabupaten Simalungun, ada sekitar 40 orang telah dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan puluhan orang lainnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Waktu unjuk rasa tersebut, warga berteriak sembari meminta Pemkab Simalungun dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 agar tidak menjadikan daerah mereka sebagai percontohan Covid-19.

Warga juga menyatakan tidak yakin dengan kinerja GTPP Covid-19 Simalungun atas penetapan pasien positif Covid-19. Dengan alasan itu warga mendesak Pemkab Simalungun dan GTTP Covid-19 untuk memulangkan setiap orang yang disebut pasien Covid-19.

“Warga sangat  berharap Pak Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini dan meminta agar memberi tindakan terhadap JR Saragih,” kata  warga.

Reporter.                 :Monawelta
Kabiro Sumut.        :Ansary Nst

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com